Tampilkan postingan dengan label Seputar Sumenep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Sumenep. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2009

PDAM SUMENEP RAIH PENGHARGAAN ZERO ACCIDENT 2008

PDAM SUMENEP RAIH PENGHARGAAN ZERO ACCIDENT 2008,Sumekar

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumenep Propinsi Jawa Timur mendapat penghargaan kecelakaan nihil (zero accident) 2008 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI beberapa waktu lalu.

Direktur PDAM Sumenep, Drs. Ec. RM. Zainal Alim, MM mengatakan bahwa pihaknya menerima penghargaan Zero Accident Award itu sebagai buah keberhasilan dalam manejemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3), sebab dalam waktu 1.024.307 jam kerja, sejak 1 Nopember 2003 hingga 31 Oktober 2008 tidak ada insiden kecelakaan yang menimpa karyawan, selama waktu tersebut, maka kembali PDAM menerima penghargan itu untuk yang kedua kalinya.

Zainal Alim menyatakan, dengan penghargaan itu akan menjadi pemicu untuk lebih meningkatkan sistem manejemen K-3 bagi karyawan. Itu dilakukan, karena Keselamatan dan Kesehatan Kerja karyawan sangat penting dalam melaksanakan tugas.

Sementara itu, PDAM Sumenep menerima penghargaan Zero Acciden Award sampai saat ini, yakni dari Gubernur Jawa Timur sebanyak 4 kali, dan dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrsai RI sebanyak 2 kali.

Sumber : www.sumenep.go.id

Sabtu, 26 September 2009

SUMENEP ADA 3 LOKASI HOTSPOT

Sumenep,Hotspot,Sumekar

Untuk memperkuat keyword "Sumenep" pada mesin pencari google maka saya posting artikel ini yang berjudul "Sumenep ada 3 lokasi hotspot". Saat tulisan ini akan diturunkan posisi saya berada pada posisi ke-44 pada www.google.co.id dan posisi ke-395 pada www.google.com yang mana menargetkan masuk kedalam 10 besar dalam SERP google untuk keyword tersebut. Hotspot merupakan sebuah lokasi dimana kita bisa mengakses internet secara nirkabel melalui komputer kita, umumnya menggunakan laptop baik notebook ataupun netbook yang telah dilengkapi oleh perangkat yang namanya Wi-Fi. Mungkin para blogger sumenep atau yang biasa berselancar di dunia maya yang ada di kota Sumenep, bisa memanfaatkan lokasi hotspot yang ada di kota ini. Mungkin anda yang bukan berasal dari sumenep tidak tahu dimana kota tersebut berada dan sejarah sumenep. Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura dari 4 kabupaten yang ada (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) yang terletak diujung paling timur pulau tersebut. Sumenep merupakan kabupaten yang paling banyak penduduknya di Pulau Madura yang sudah mencapai angka 1 juta-an. Sebagai kota tempat kelahiran saya, mungkin bisa saya informasikan kepada para netter sumenep bahwa di daerah ini ada 3 lokasi yang bisa anda coba untuk berselancar atau surfing di dunia maya menggunakan laptop anda dengan gratis, karena posisinya berada pada unsecured wireless network yang artinya untuk mengakses jaringan tersebut kita tidak perlu memasukkan password sebagai proteksi terhadap penggunanya, namun secara otomatis kita akan langsung terhubung dengannya ketika berada pada area jangkaunnya.

Adapun 3 lokasi yang bisa anda gunakan yaitu

1. Taman Bunga Kota Sumenep, dimana pemancar untuk hotspot tersebut terletak gerbang barat taman bunga kota sumenep di sisi sebelah utara. Untuk area ini nama hotspotnya "TB SUMEKAR HOTSPOT"

2. Jalan Kemala di Kelurahan Bangselok, dimana pemancar untuk hotspot berada sekitar 40 meter dari jalan masuk melalui Jl Diponegoro berada di sisi sebelah kanan. Untuk area ini nama hotspotnya "KEMALA SUMEKAR HOTSPOT"

3. Di labang mesem, untuk di area ini saya kurang tahu dimana alat pemancarnya. Adapun nama hotspotnya "TB SUMEKAR HOTSPOT"

Berdasarkan pengalaman saya di dua tempat saja yang signalnya sangat kuat, yaitu di Taman Bunga Kota Sumenep dan di Jalan Kemala. Untuk di labang mesem saya hanya memperoleh signal hanya sampa 2 bar saja, tetapi ini lumayan karena lebih cepat dibandingkan menggunakan koneksi dial up seperti telkomnet instan ataupun melakukan koneksi internet menggunakan gprs.

Silahkan para blogger atau netter sumenep mencobanya ... good lucky

Senin, 07 September 2009

PEMERINTAH PUSAT RENCANAKAN PROGRAM SMK TERBUKA

Rencana Pemerintah untuk menyelenggarakan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terbuka pada tahun 2010, mendpat respon positif pemerintah Kabupaten Sumenep. Bahkan, melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep siap menyelenggarakan program itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si mengatakan, SMK Terbuka yang merupakan program Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), sebuah gagasan yang sangat bagus, dan perlu mendapat dukungan.

Penyelenggaraan SMK Terbuka memberikan kesempatan bagi lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"SMK Terbuka bisa bermanfaat bagi lulusan SMP reguler yang tidak bisa terikat ruang dan waktu, sehingga tidak bisa belajar di SMK reguler,"tegasnya

H. Moh. Rais menjelaskan, suksesnya penyelenggaraan SMK Terbuka juga bergantung respon masyarakat, sebab jika tidak ada yang memanfaatkan SMK Terbuka, program pemerintah itu sia-sia. Namun yang jelas pihaknya optimis masyarakat pasti merespon positif keberdaan SMK Terbuka.

Sementara itu Kabupaten Sumenep memiliki dua SMK Negeri, yakni SMK Negeri 1 Sumenep dengan program keahlian berbasis bisnis manajemen, dan SMK Negeri 1 Kalianget dengan program keahlian teknik.

AMANKAN LEBARAN, POLRES SUMENEP DIRIKAN POS PENGAMANAN DI 5 TITIK

Kepolisian Resor (Polres) Sumenep bakal mendirikan Pos Pengamanan Lebaran di 5 titik, demi menjaga arus mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah.

Kelima pos pengamanan lebaran itu, akan ditempatkan di pintu masuk Kabupaten Sumenep, tepatnya di Desa Sendang Laok, Kecamatan Pragaan, kemudian di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto, di Areal Taman Adipura, Kecamatan Kota Sumenep, di Pelabuhan Kecamatan Kalianget, dan Simpang Tiga Kecamatan Ambunten.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Sumenep, Kompol Ary Wahjudhi mengatakan, penempatan pos pengamanan lebaran 2009, memang telah ditetapkan. Namun, untuk kepastian lokasinya masih akan koordinasi dengan Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasatlantas) AKP Suwardi, apakah penempatan itu disesuaikan prosedur atau mengacu pada titik-titik rawan.

"Yang jelas, tolok ukur dari kegiatan ini akan mengedepankan personel dari Satlantas. Tapi, karena menyangkut multi sasaran, maka penempatan pos pengamanan itu ditekankan berada di sekitar objek vital, termasuk disekitar pemukiman penduduk yang ditinggalkan saat mudik,"terangnya.

Ia menjelaskan, setiap pos pengamanan lebaran tersebut, akan ditempatkan 6 hingga 7 personel. Namun, untuk pos pengamanan lebaran yang berada di Taman Adipura Kota Sumenep, akan dijaga 12 personel.

"Pengamanan diwilayah Kota Sumenep memang dimaksimalkan, karena situasi kepadatan lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya,"katanya.

Sedangkan, untuk di wilayah kepulauan, penempatan pos pengamanan lebaran diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing rayon, sehingga, jumlah keselurahan petugas Polres yang dikerahkan pada pos pengamanan lebaran ini sebanyak 420 personel.

"Pos pengamanan lebaran ini, akan diaktifkan mulai H-7 hingga H+8 Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah,"ungkapnya menambahkan.

Jumat, 04 September 2009

AKHIRNYA DPRD SUMENEP PUTUSKAN PEMBENTUKAN 8 FRAKSI

Fraksi-faksi di DPRD Sumenep periode 2009-2014 terbentuk dan diumumkan dalam Sidang Paripurna DPRD Sumenep tadi pagi, Kamis (03/09) di ruang rapat DPRD Sumenep. Pembentukan Fraksi-Fraksi di DPRD Sumenep akhirnya betul-betul terbentuk sebanyak 8 fraksi.

Diantaranya Fraksi Kebangitan Bangsa (FKB), Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP), Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan (FDIP), Fraksi Golongan Karya (FGK), Fraksi Kebangkitan Nasional (FKN), Fraksi Amanat Rakyat (FAR), Fraksi Keadilan Demokrasi (FKD), dan Fraksi Bulan Bintang (FBB).

Menurut Ketua DPRD Sementara, K. Abd. Hamid Ali Munir ketika ditemui sejumlah wartawan usai rapat mengungkapkan, penetapan Fraksi-fraksi di DPRD Sumenep sudah sesuai jadwal yang ditentukan. Hanya saja, menurut Abdul Hamid masih ada satu partai, yakni Partai Hanura yang memiliki tiga kursi, terpaksa tidak masuk dalam fraksi.

'"Kami sudah memberikan kesempatan masing-masing parpol untuk membentuk Fraksi, baik secara gabungan maupun satu parpol, yang penting tidak kurang dari 3 orang anggota. Namun hingga hari ini ketiga anggota Dewan asal Partai Hanura itu tidak masuk ke fraksi yang ada,"ujar Abdul hamid. Bahkan tegas anggota DPRD Sumenep yang sudah 3 periode di DPRD Sumenep ini, dari Partai Hanura hadir dalam rapat DPRD Sumenep tadi pagi, sehingga nantinya mereka hanya menjadi anggota DPRD Sumenep non Fraksi. Abdul Hamid berharap mereka nantinya juga bergabung ke Fraksi yang sudah ada. Sebab, untuk membentuk kelengkapan dewan, seperti pembentukan Komisi nantinya jelas harus berangkat dari fraksi. Ditanya soal nasib anggota dewan yang tidak tergabung dengan fraksi, Abdul Hamid enggan menjelaskan secara detail. Sebab, khawatir besok atau kapan mereka bisa diterima di Fraksi yang ada.


Related Post

DAK BIDANG PENDIDIKAN SUMENEP TAHUN 2009 MENCAPAI RP. 19 MILYAR

Setelah saya memposting tentang sejarah sumenep, maka saat ini juga
sebagai blogger dari sumenep saya juga akan memposting berita – berita tentang sumenep dengan mengambil literatur dari beberapa website yang di kelola di kota sumenep. Siapa tahu ini bisa bermanfaat bagi warga sumenep yang berada di perantauan agar mengetahui perkembangan informasi tentang daerah asalnya dan siapa tahu bisa menambah jumlah pengunjung blogku. … he … he. ..hee

Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Kabupaten Sumenep 2009 meningkat tajam, jika dibandingkan tahun 2008. Pada tahun ini, kucuran dana DAK dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 17 milyar lebih, sedangkan pada tahun 2008 hanya sebesar 2 milyar. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais mengatakan, selain anggaran dana DAK memperoleh suntikan dana melalui APBN, juga mendapat dana sharing APBD Pemerintah Kabupaten Sumenep 2009 sebesar 1 milyar lebih, sehingga total alokasi dana DAK mencapai 19 milyar lebih.

Pihaknya merencanakan memanfaatkan anggaran dana itu untuk pembangunan dan rehab ratusan ruang kelas, baik ruang kelas rusak berat maupun pembangunan ruang kelas baru.

"Target anggaran dana DAK 2009 khusus untuk pembagunan dan rehabilitasi sebanyak 292 ruang kelas yang tersebar di 102 lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar (SD). Perinciannya, sebanyak 256 ruang kelas rusak berat dan sebanyak 36 ruang kelas untuk pembangunan ruang kelas baru," tegasnya.

H. Moh. Rais menyatakan, masing-masing kegiatan program DAK, baik pembangunan dan rehab ruang kelas, biayanya sebesar Rp. 70 juta, dan anggaran itu termasuk anggaran dana meubeler. Pihaknya berharap pelaksana DAK bekerja secara professional, bahkan mengacu pada petunjuk dan ketentuan yang berlaku, sehingga program DAK di lembaganya tidak bermasalah.

(source : http://www.sumenep.go.id/main.php?go=berita&xkd=10475)

Selasa, 01 September 2009

SEJARAH SUMENEP

Trima kasih anda masih berkenan berkunjung ke blog saya, baik kunjungannya karena hasil pencarian dengan menggunakan "keyword" tertentu pada mesin pencari google atau mesin pencari lainnya atau sengaja melakukan kunjungan langsung (direct visit). Sebagai seorang blogger yang berasal dari Madura tepatnya di Kabupaten Sumenep yang terletak diujung paling timur pulau madura. Maka saya tulis sejarah singkat tentang kerajaan di Sumenep yang saya kutip dari www.depdagri.go.id . Semoga saja informasi ini bisa bermanfaat bagi para pengunjung blog ini, terutama pengunjung yang berasal dari madura agar tahu tentang salah satu sejarah kerajaan di Madura.

Sejarah Sumenep jaman dahulu diperintah oleh seorang Raja. Ada 35 Raja yang telah memimpin kerajaan Sumenep. Dan, sekarang ini telah dipimpin oleh seorang Bupati. Ada 14 Bupati yang memerintah Kabupaten Sumenep. Mengingat sangat keringnya informasi/data yang otentik seperti prasasti, pararaton, dan sebagainya mengenai Raja Sumenep maka tidak seluruh Raja-Raja tersebut kami ekspose satu persatu, kecuali hanya Raja-Raja yang menonjol saja popularitasnya. Pendekatan yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan historis dan kultural, selain itu kami gunakan juga pendekatan ekonomis, psikologis dan edukatif.

JAMAN PEMERINTAH KERAJAAN ARYA WIRARAJA

Arya Wiraja dilantik sebagai Adipati pertama Sumenep pada tanggal 31 Oktober 1269, yang sekaligus bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep. Selama dipimpin oleh Arya Wiraja, banyak kemajuan yang dialami kerajaan Sumenep. Pria yang berasal dari desa Nangka Jawa Timur ini memiliki pribadi dan kecakapan/kemampuan yang baik. Arya Wiraja secara umum dikenal sebagai seorang pakar dalam ilmu penasehat/pengatur strategi, analisanya cukup tajam dan terarah sehingga banyak yang mengira Arya Wiraja adalah seorang dukun. Adapun jasa-jasa Arya Wiraja :

- Mendirikan Majapahit bersama dengan Raden Wijaya.

- Menghancurkan tentara Cina/tartar serta mengusirnya dari tanah Jawa.

Dalam usia 35 Tahun, karier Arya Wiraja cepat menanjak. Mulai jabatan Demang Kerajaan Singosari kemudian dipromosikan oleh Kartanegara Raja Singosari menjadi Adipati Kerajaan Sumenep, kemudian dipromosikan oleh Raden Wijaya menjadi Rakyan Menteri di Kerajaan Majapahit dan bertugas di Lumajang. Setelah Arya Wiraja meninggalkan Sumenep, kerajaan di ujung timur Madura itu mengalami kemunduran. kekuasaan diserahkan kepada saudaranya Arya Bangah dan keratonnya pindah dari Batuputih ke Banasare di wilayah Sumenep juga. Selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya Danurwendo, yang keratonnya pindah ke Desa Tanjung. Dan selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya asparati. Diganti pula oleh anaknya bernama Panembahan Djoharsari. Selanjutnya kekuasaan dipindahkan kepada anaknya bernama Panembahan Mandaraja, yang mempunyai 2 anak bernama Pangeran Bukabu yang kemudian menganti ayahnya dan pindah ke Keratonnya di Bukabu (Kecamatan Ambunten). Selanjutnya diganti oleh adiknya bernama Pangeran Baragung yang kemudian pindah ke Desa Baragung (Kecamatan Guluk-guluk).

PANGERAN JOKOTOLE (Pangeran Secodiningrat III)

Pangeran Jokotole menjadi raja Sumenep yang ke 13 selama 45 tahun (1415-1460). Jokotole da adiknya bernama Jokowedi lahir dari Raden Ayu Potre Koneng, cicit dari Pangeran Bukabu sebagai hasil dari perkawinan bathin (melalui mimpi) dengan Adipoday (Raja Sumenep ke 12). Karena hasil dari perkawinan Bathin itulah, maka banyak orang yang tidak percaya. Dan akhirnya, seolah-olah terkesan sebagai kehamilan diluar nikah. Akhirnya menimbulkan kemarahan kedua orang tuanya, sampai akan dihukum mati. Sejak kehamilannya, banyak terjadi hal-hal yang aneh dan diluar dugaan. Karena takut kepada orang tuanya maka kelahiran bayi RA Potre Koneng langsung diletakkan di hutan oleh dayangya. Dan, ditemukan oleh Empu Kelleng yang kemudian disusui oleh kerbau miliknya.

Peristiwa kelahiran Jokotole, terulang lagi oleh adiknya yaitu Jokowedi. Kesaktian Jokotole mulai terlihat pada usia 6 tahun lebih, seperti membuat alat-alat perkakas dengan tanpa bantuan dari alat apapun hanya dari badanya sendiri, yang hasilnya lebih bagus ketimbang ayah angkatnya sendiri. Lewat kesaktiannya itulah maka ia membantu para pekerja pandai besi yang kelelahan dan sakit akibat kepanasan termasuk ayah angkatnya dalam pengelasan membuat pintu gerbang raksasa atas pehendak Brawijaya VII. Dengan cara membakar dirinya dan kemudian menjadi arang itulah kemudian lewat pusarnya keluar cairan putih. Cairan putih tersebut untuk keperluan pengelasan pintu raksasa. Dan, akhirnya ia diberi hadiah emas dan uang logam seberat badannya. Akhirnya ia mengabdi di kerajaan Majapahit untuk beberapa lama.

Banyak kesuksessan yang ia raih selama mengadi di kerajaan Majapahit tersebut yang sekaligus menjadi mantu dari Patih Muda Majapahit. Setibanya dari Sumenep ia bersama istrinya bernama Dewi Ratnadi bersua ke Keraton yang akhirnya bertemu dengan ibunya RA Potre Koneng dan kemudian dilantik menjadi Raja Sumenep dengan Gelar Pangeran Secodiningrat III. Saat menjadi raja ia terlibat pertempuran besar melawan raja dari Bali yaitu Dampo Awang, yang akhirnya dimenangkan oleh Raja Jokotole dengan kesaktiannya menghancurkan kesaktiannya Dampo Awang. Dan kemudian kekuasaannya berakhir pada tahun 1460 dan kemudian digantikan oleh Arya Wigananda putra pertama dari Jokotole.

RADEN AYU TIRTONEGORO DAN BINDARA SAOD

Raden Ayu Tirtonegoro merupakan satu-satunya pemimpin wanita dalam sejarah kerajaan Sumenep sebagai Kepala Pemerintahan yang ke 30. Menurut hikayat RA Tirtonegoro pada suatu malam bermimipi supaya Ratu kawin dengan Bindara Saod. Setelah Bindara Saod dipanggil, diceritakanlah mimpi itu. Setelah ada kata sepakat perkawinan dilaksanakan, Bindara Saodmenjadi suami Ratu dengan gelar Tumenggung Tirtonegoro.

Terjadi peristiwa tragis pama masa pemerintahan Ratu Tirtonegoro. Raden Purwonegoro Patih Kerajaan Sumenep waktu mencintai Ratu Tirtonegoro, sehingga sangat membenci Bindara Saod, bahkan merencanakan membunuhnya. Raden Purwonegoro datang ke keraton lalu mengayunkan pedang namun tidak mengenai sasaran dan pedang tertancap dalam ke tiang pendopo. Malah sebaliknya Raden Purwonegoro tewas di tangan Manteri Sawunggaling dan Kyai Sanggatarona. Seperti diketahui bahwa Ratu Tirtonegoro dan Purwonegoro sama-sama keturunan Tumenggung Yudonegoro Raja Sumenep ke 23. Akibatnya keluarga kerajaan Sumenep menjadi dua golongan yang berpihak pada Ratu Tirtonegoro diperbolehkan tetap tinggal di Sumenep dan diwajibkan merubah gelarnya dengan sebutan Kyai serta berjanji untuk tidak akan menentang Bindara Saod sampai tujuh turunan. Sedang golongan yang tidak setuju pada ketentuan tersebut dianjurkan meninggalkan kerajaan Sumenep dan kembali ke Pamekasan, Sampang atau Bangkalan.

PANEMBAHAN SOMALA

Bandara Saod dengan isterinya yang pertama di Batu Ampar mempunyai 2 orang anak. Pada saat kedua anak Bindara Saod itu datang ke keraton memenuhi panggilan Ratu Tirtonegoro, anak yang kedua yang bernama Somala terlebih dahulu dalam menyungkem kepada Ratu sedangkan kakaknya mendahulukan menyungkem kepada ayahnya (Bindara Saod). Saat itu pula keluar wasiat Sang Ratu yang dicatat oleh sektretaris kerajaan. Isi wasiat menyatakan bahwa di kelak kemudian hari apabila Bindara Saod meninggal maka yang diperkenankan untuk mengganti menjadi Raja Sumenep adalah Somala. Setelah Bindara Saod meninggal 8 hari kemudian Ratu Tirtonegoro ikut meninggal tahun 1762, sesuai dengan wasiat Ratu yang menjadi Raja Sumenep adalah Somala dengan gelar Panembahan Notokusumo I.

Beberapa peristiwa penting pada zaman pemerintahan Somala antara lain menyerang negeri Blambangan dan berhasil menang sehingga Blambangan dan Panarukan menjadi wilayah kekuasaan Panembangan Notokusumo I. Kemudian beliau membangun keraton Sumenep yang sekarang berfungsi sebagai Pendopo Kabupaten. Selanjutnya beliau membangun Masjid Jamik pada tahuhn 1763, Asta Tinggi (tempat pemakaman Raja-Raja Sumenep dan keluarganya) juga dibangun oleh beliau.

SULTAN ABDURRACHMAN PAKUNATANINGRAT

Sultan Abdurrachman Pakunataningrat bernama asli Notonegoro putra dari Raja Sumenep yaitu Panembahan Notokusumo I. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat mendapat gelar Doktor Kesusastraan dari pemerintah Inggris, karena beliau pernah membantu Letnan Gubernur Jendral Raffles untuk menterjemahkan tulisan-tulisan kuno di batu kedalam bahasa Melayu. Beliau memang meguasai berbagai bahasa, seperti bahasa Sansekerta, Bahasa Kawi, dan sebagainya. Dan, juga ilmu pengetahuan dan Agama. Disamping itu pandai membuat senjata Keris. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat dikenal sangat bijaksana dan memperhatikan rakyat Sumenep, oleh karena itu ia sangat disegani dan dijunjung tinggi oleh rakyat Sumenep sampai sekarang.