Tampilkan postingan dengan label Sony Ericsson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sony Ericsson. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Sony Ericsson Xperia Pro - Review

Desain Sony Ericsson Xperia Pro


Sekilas Sony Ericsson Xperia Pro terlihat seperti tipe Xperia lainnya, Xperia Neo atau Arc. Namun Xperia Pro hadir dengan bentuk desain yg lebih gemuk. Kenapa demikian? Ternyata tingkat ketebalannya itu untuk mengakomodir jajaran tombol qwerty yang tersembunyi di baliknya. Cukup geser ke arah kanan, maka timbul tombol fisik. Ketika tombol keluar, otomatis layar akan berubah jadi mode lanskap utk memudahkan saat mengetik.

Kamis, 10 November 2011

Sony Ericsson txt - Review

Desain Sony Ericsson txt


Setelah sering kali mengeluarkan dengan layar sentuh, Sony Ericsson berpaling sejenak ke ponsel qwerty, dgn tipe Sony Ericsson TXT. Ponsel ini tampil cukup stylish dgn beberapa tombol berbentuk bulatan di atas deretan tombol qwerty. Sekujur bodi handphone ini berbalut bahan kesat mirip karet, kecuali sisi layar yg glossy dan sekeliling bodi yg dihiasi list silver chrome. Jadi tidak perlu takut tergores.


Layar berukuran 2,55 inchi di ponsel ini mengusung teknologi TFT 256 ribu warna, dgn resolusinya 320 x 240 pixels. Hasilnya tampilan layar kelihatan cukup tajam, meski tdk setajam koleksi handphone Android Sony Ericsson. Ikon menu utama paten disusun dgn formasi 4 kolom x 3 baris. Jika ada fitur yg sejenis dikumpulkan dalam 1 folder, seperti Application yg berisi berbagai fitur tambahan.

Sony Ericsson Live With Walkman - Review

Desain Sony Ericsson Live With Walkman


Musik yang identik dgn jiwa anak muda, untuk itulah ponsel ini didesain khusus dengan gaya segar ala anak muda. Bodinya tdk persegi kaku, dan dikasih sentuhan stylish. Seperti desain tombol Home di bawah layar dan tombol Walkman dan On/Off di bodi atas. Warna bodinya yg didominasi hitam dihiasi dgn logo walkman dengan warna hijau. Sisi muka ponsel ini berbahan glossy, kebalikan bodi belakangnya yg terasa kesat seperti karet.

Minggu, 30 Oktober 2011

Sony Ericsson Xperia Active - Review

Desain Sony Ericsson Xperia Active


Sony Ericsson xperia Active memang diciptakan untuk mereka yang aktif berkegiatan di luar ruangan. Casing smartphone jajaran Xperia ini didesain untuk melindungi dalaman dari debu, dan cipratan air. Ia juga mampu menahan bantingan ringan. Namun kami tidak tahu apakah ia kuat terhadap air asin, atau sampai batas kedalaman mana ia mampu bertahan saat tercelup.


Ukurannya 92 x 55 x 16,5 mm, terbilang kompak dan mudah dibawa kemana-mana. Enak digenggam, dimasukan dalam kantung, atau ke tas pinggang. Bodi ekstra keras tampaknya berpengaruh pada bobot keseluruhan Xperia Active. Dengan baterai terpasang ia mencapai 110,8 gram, cukup berat mengingat ukurannya yang tidak terlalu besar.

Senin, 24 Oktober 2011

Sony Ericsson Xperia Ray - Review

Desain Sony Ericsson Xperia Ray


Dari sisi depan Xperia Ray terlihat persegi, dan dipadukan dgn warna hitam di sekujur bodinya, memunculkan kesan maskulin. Namun bahan glossy yg melapisi sisi depan serta lekuk tubuhnya yg ramping dan tipis memancarkan kesan elegan. Apalagi bobot smartphone besutan Sony Ericsson ini terbilang ringan, sehingga nyaman dibawa. Utk bagian samping dan belakang berbahan plastik kesat.


Xperia Ray mengadopsi port dan slot universal. Ada port Micro USB di samping kiri yg berfungsi ganda, yaitu utk menancapkan kabel data sekaligus charger baterai. Ndak ketinggalan lubang jack audio 3,5 mm utk headset. Slot memori eksternal yg dianut berjenis MicroSD. Letaknya ada dibalik casing belakang dan ndak tertimpa baterai, tapi tetap terhalang baterai, jadi ndak hotswap.


Jumat, 21 Oktober 2011

Sony Ericsson Xperia Arc S Review

Desain Sony Ericsson Xperia Arc S 


Kesan pertama yang didapat saat melihat Sony Ericsson Xperia Arc S adalah desain smartphone yang sangat tipis. Diberi aksen sedikit melengkung di punggungnya, memberikan kesan bagian belakang Xperia Arc S sedikit menggemuk di bagian atas dan bawah. Hebatnya, smartphone ini hanya berbobot 117 gram. Entah bagaimana cara Sony Ericsson memasukan segala perangkat berteknologi tinggi kedalamnya.

Jumat, 23 September 2011

Sony Ericsson Jalou Review

Desain Sony Ericsson Jalou


Tampilannya ponsel mungil ini cukup mempesona, mampu memberikan “warna” berbeda pada tataran ponsel stylish. Mulai dari bentuk hingga detil body, semua merupakan penerapan konsep hexagon, seperti yang tampak pada lubang speaker. Namun material bodynya sendiri tampak biasa saja. Satu catatan kecil, struktur engsel folder kurang luwes, sementara cover baterai kurang kompak menyatu dengan body. Menerapkan desain keypad datar, dengan penghias berbentuk berlian di tiap tombolnya, membuat keypad tampak cantik. Tombolnya sendiri cukup enak ketika ditekan. Hanya saja, ukuran ponsel yang mungil, membuat ruang keypad menjadi sempit. Dan itu agak menyulitkan jari. Untuk ponsel sekecil ini, ukuran layarnya termasuk standar dan masih nyaman untuk mata. Layar TFT-nya cukup tajam dan terang dalam menampilkan image, picture dan hasil foto. Yang mengejutkan adalah, ternyata ponsel ini memiliki layar kedua di bagian depan folder. Dalam keadaan tidak aktif, layar luar nampak seperti aksen lekukan di bagian muka ponsel.


Sony Ericsson T707 Review

Desain Sony Ericsson T707


Sony Ericsson T707 tampil cantik, menegaskan bahwa ponsel ini didedikasikan untuk kaum hawa. Itu tampak jelas dari detil-detil desainnya yang modis dan girly, seperti pemilihan jenis font pada tombol. Desain tombol keypad berbentuk oval dengan aksen pink di pinggirannya –atau biru muda, sesuai dengan warna casing. Peletakan tombol juga memperhatikan aspek ergonomis, dengan jarak yang cukup renggang untuk kenyamanan jari. Layar utamanya yang berada di balik folder muka berukuran sedang saja, namun berhasil menampilkan ketajaman warna dan image yang sesuai untuk layar jenis TFT sekelas 256 ribu warna. Ada layar kecil kedua di bagian luar, jenis monokrom yang warnanya disesuaikan dengan warna casing. Semua layar diklaim tahan gores.


Sony Ericsson F305 - Review

Desain Sony Ericsson F305


Dengan dimensi 96 x 47 x 14.6 mm dan bobot 97.5 gram membuatnya terasa ergonomis dalam genggaman. Mengusung konsep desain sliding bar. Hentakan folder depan etika digeser terasa mulus. Pada folder depan terdapat jajaran tombol navigasi beserta tombol panggilan serta salah satu tombol akses langsung untuk menu game. Handphone ini memang menjagokan fitur games. Di folder bawah, terdapat susunan tombol numerik berukuran besar. Saat ditekan, tombol terasa empuk. Ukuran layar 2 inchi dirasa cukup untuk memainkan beberapa game yang dibenamkan pada F305. Teknologi layarnya menggunakan jenis TFT, berkekuatan 262 ribu warna. Dengan teknologi accelerometer, layar bisa diputar landsace maupun potrait saat memainkan game atau mengakses menu lainnya.


Sony Ericsson W595 - Review

Desain Sony Ericsson W595


Rancangan desainnya masih terpaku pada seri pendahulunya, W580. Namun, dibandingkan dengan seri lama tersebut, slider W595 – yang juga berfungsi sebagai pembuka keypad lock - jauh lebih nyaman. Keypad dan D-pad lumayan nyaman ditekan. D-pad ini juga berlaku sebagai pengontrol music player, dengan tombol “pemicu” di sisi kanan ponsel. Penempatan speakernya – di sisi atas layar, di samping kamera, dan di sudut bawah body – membuat gema audio efektif tersebar.


Sony Ericsson S302 - Review

Desain Sony Ericsson S302


Seri ini hadir dengan bentuk ramping plus warna cover metalik yang jreng. Balutan selubung itu dilengkapi dengan sentuhan cover belakang polos plus kombinasi lensa kamera 2 Mpix dan flash. Sekilas, S302 tampil lumayan mewah meski fitur yang menyertai termasuk simpel. Kombinasi badan ponsel dengan tombol keypad numerik berukuran 9 x 3 mm dan jarak antar keypad 3 mm membuat jari nyaman saat menghentak tombol-tombol tersebut. Praktis, tidak ada banyak ornamen di sisi badan ponsel. Yang ada hanya tombol volume dan tombol shutter camera. Soal ketajaman layar ponsel ini memang biasa saja, mengandalkan layar TFT 262 ribu warna TFT. Resolusi layar yang hanya 176 x 220 pixels membuat layar S302 memang memberi efek grafis yang tidak terlampau istimewa. Tapi, ukuran fisik layar 33 x 41 mm cukup membuat layar S302 menampung 12 menu ikonik yang disertakan ke dalam seri ini.


Sony Ericsson U10i Aino - Review

Desain Sony Ericsson U10i Aino


Desainnya yang cenderung kotak tidak membuat handphone ini terkesan kaku. Hal tersebut dikarenakan bentuk handphone ini yang melengkung di sisi tepi atas dan bawahnya.Ukuran panjang bodi 104 mm dirasa ideal untuk handphone yang menawarkan layar lebar. Meniadakan sudut runcing juga menjadi nilai tambah sendiri bagi handphone ini. Akibatnya, nyaman digenggam dan ergonomis adalah keuntungan yang diberikan ponsel ini. Lapisan karet di sekujur bodinya membuat handphone ini tidak mudah tergelincir saat digenggam. Layar sebesar 3 inch teruji mampu memberikan kepuasan bagi pengguna. Meskipun tidak membawa teknologi khusus, layar TFT dengan kedalaman warna 16 juta warna ini mulus menampilkan gambar. Tanpa dither (gangguan pixel) bahkan pada warna kontras. Saat berada di bawah sinar matahari langsung pun, layar ponsel ini masih mampu menampilkan informasi secara jelas tanpa efek bayangan.
Bahan dasar keypad ini tergolong baik, mampu menahan jari saat bergerak di atasnya. Hal tersebut membuat jari tidak mudah tergelincir saat mengetikan SMS. Hanya saja, letak blok keypad yang terlalu bawah membuat ibu jari sedikit kesulitan bila harus mengetikan SMS dengan satu tangan


Sony Ericsson C510 - Review

Desain Sony Ericsson C510


Hadir dengan desain candybar tipis, sekilas handphone ini tampak biasa dan tampil sederhana. Balutan penutup selubung (cover) terbuat dari bahan plastik membuktikan hal itu. Terutama untuk cover belakang, ketika dibuka akan terlihat bahannya agak ringkih. Yang terlihat istimewa adalah penutup lensa yang dibuat dari bahan metal. Penutup lensa harus ditekan agak kuat agar bergeser ketika kita akan memotret atau merekam video. Susunan tombol juga biasa saja. Menggunakan konsep tombol numerik. Jarak antar tombol rapat-rapat. Tombolnya terbuat dari bahan plastik yang terasa empuk saat ditekan. Untuk layarnya menggunakan jenis TFT 262 ribu warna. Layar mampu menampung 9 menu ikonik. Tampilan gambar di masing-masing menu terlihat jernih.


Sony Ericsson W395 - Review

Desain Sony Ericsson W395


Meskipun terlihat apik, namun bahan shiny matte (metal) nya menimbulkan masalah tersendiri. Jejak jari akan terlihat dengan jelas, apalagi ditambah keringat maka body W395 akan terlihat kusam dan kotor. Meskipun minor, hal tersebut cukup mengganggu bila Anda tergolong orang yang peduli kerapihan. Rel layar gesernya (slider) dibuat dengan cermat. Ruasnya pun dilengkapi dengan sekat lunak tipis sehingga pergerakannya sangat lembut dan tidak berbunyi. Sekali lagi, elegan dalam desain tidak berarti nyaman saat digunakan. Demikianlah yang terjadi dengan keypad W395 ini. Selain terlalu kecil, keypad model sambung seperti yang dimilikinya membawa masalah tersendiri terhadap akurasi sentuh. Jadi, kadang kita harus menekan tombol berkali-kali untuk mengaksesnya. Selain itu, bagi yang memiliki jari agak besar, bisa dipastikan akan sedikit tarik urat saat menggunakan ponsel ini. Masalah lain timbul dari tombol navigasinya. Jarak yang berdekatan satu sama lain sering kali menyebabkan salah tekan tombol navigasi.


Sony Ericsson W705 - Review

Desain Sony Ericsson W705


W705 berdesain sliding yang memiliki hentakan folder cukup halus. Untuk mencegah licin, pada back cover dibalut bahan plastik dove. Slot charger/headset dan kabel data menjadi satu, terletak di sisi kanan. Ukuran tuts keypad juga dirancang ergonomis dengan rentang jarak 10 mm. Layarnya mengandalkan teknologi jenis TFT dengan kedalaman 262 ribu warna. Hasilnya boleh dibilang visual resolusi layar sangat terang dan jernih. Layarnya mengsusung resolusi 240x320 pixels dengan luas bidang 2,4 inchi, atau sekitar 50x40 mm.


Sony Ericsson S312 - Review

Desain Sony Ericsson S312


Penampilan S312 sangat khas Sony Ericsson. Mulai dari lekukan body, komposisi antara layar dan keypad ataupun susunan tombol eksekusi. Tampilan berkilau menguasai bagian layar dan plastik berwujud bantalan menjadi material pembungkus keypad. Badan hanpdhone yang berukuran panjang 10 centimeter berbanding proposional dengan lebar 4,6 cm serta ketebalan yang hanya 1,2 cm. Kamera dengan pendukung lampu flash bercokol di balik badan dan dua tombol pintas di samping kiri body. Reflector screen-nya akan berfungsi bak cermin manakala hanpdhone dalam keadaan standby. Layar jenis TFT berkedalaman 256 ribu warna ini, disebut-sebut juga tahan gores (scratch-resistant). Ukuran layar sendiri termasuk ukuran standar sebuah ponsel bar, dan cukup menunjang kenyamanan mata. Hanya saja permukaan glossy-nya agak memudarkan warna, apalagi ketika berada di luar ruangan. Font desktop yang mengecil belakangan ini masih terbaca dengan baik. Untuk bagian dalam, tidak ada penciutan karakter font seperti di bagian depan.


Sony Ericsson Xperia X8 - Review

Desain Sony Ericsson Xperia X8


Bisa disebut rancangan antara X8 dan X10 Mini adalah identik. Hanya ukuran saja yang membedakan diantara keduanya. Pada X8 permukaan bagian belakang sedikit cembung guna memastikan ponsel erat melekat dalam genggaman. Tanpa banyak ornamen, kecuali lubang lensa dan garis lubang speaker, tampilan belakang X8 terlihat simpel dan elegan. Pada sisi atas ponsel terdapat konektor audio jack 3,5 mm, kemudian tombol power on/off dipergunakan juga sebagai pengunci layar. Layar X8 mengusung teknologi TFT 16 juta warna dengan resolusi 320 x 480 pixels. Ukuran layar terbilang besar di kelasnya, yakni 3 inchi. Sensitivitas layar tergolong cemerlang dan responsif, hal ini berkat adopsi teknologi kapasitif. Permukaan layar terbuat dari bahan anti gores.


Sony Ericsson W100i Spiro - Review

Desain Sony Ericsson W100i Spiro


Ponsel ini mengusung desain bergaya sliding dan punya ukuran yang terbilang mungil dikelasnya. Material didominasi plastik dengan sentuhan akhir yang ergonomis dalam genggaman. Jajaran keypad mengusung konsep numerik berukuran 1 x 0,5 cm untuk tiap tombolnya. Untuk navigasi, terdapat tombol navigasi lima arah berbentuk bulat yang sangat mudah dalam pengoperasian.


Catatan Sony Ericsson W100i Spiro


W100i mengadopsi jenis layar TFT 262 ribu warna 320 x 240 pixels, saat digunakan di bawah sinar matahari, kecerahan layar terasa berkurang dan visual pada layar kurang terlihat jelas.



Sony Ericsson Xperia X10 Mini - Review

Desain Sony Ericsson Xperia X10 Mini


Desain khas Sony Ericsson yang disebut Human Curvature melekat di X10 Mini. Itulah mengapa bagian penggung ponsel ini sedikit membungkuk. Bodi belakang dan samping X10 Mini dibalut plastik biasa. Sedangkan bagian depan dan atas-bawah berbahan plastik glosy. Di bawah layar diletakkan 3 tombol (Option, Menu dan Back). X10 dilengkapi layar sentuh yang berukuran standar, disuntikkan user interface (UI) menarik buatan Sony Ericsson. Pertama disebut UX, berupa 4 ikon menu (bisa digonta-ganti) yang menempel di tiap pojok tampilan layar depan. UI yang kedua yaitu Timescape, yaitu tampilan status Facebook dan Twiter serta Miscall dan Message dari teman-teman. Tampilannya berupa kotak berisi foto dan teks status atau pesan yang berpenampilan animasi atraktif. Disediakan port Micro USB untuk masukkan charger dan kabel data. Saat terhubung ke komputer via kabel data, akan muncul pilihan untuk menginstall aplikasi PC Companion untuk transfer file musik, video dan gambar/foto, serta meng-update software terbaru untuk ponsel ini. Juga disediakan lubang jack 3,5 mm untuk headset.


Sony Ericsson Vivaz Pro Review

Desain Sony Ericsson Vivaz Pro


Vivaz Pro menjadi ponsel ketiga Sony Ericsson yang bersistem operasi Symbian S60 5th Edition, setelah Satio dan Vivaz. Jenis layar sentuhnya berupa resistive, yang katanya tidak sesensitif capacitive jika disentuh jari. Tapi saat dicoba jelajah menu dengan sentuhan jari, dirasa cukup nyaman. Tampilan layar terlihat tajam, karena berdaya pancar 16 juta warna dan berresolusi 360 x 640 piksel. Namun saat di bawah terik matahari, tampilan agak gelap meski masih terlihat.