Tampilkan postingan dengan label HTC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HTC. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

HTC Sensastion XE with Beats Audio - Review

Desain HTC Sensastion XE with Beats Audio


HTC Sensation XE With Beats Audio atau singkatnya Sensation XE, mempunyai desain yang kurang lebih mirip dengan pendahulunya, HTC Sensation. Ukuran fisik keduanya sama persis, yaitu 126,1 x 65,4 x 11,3 mm, namun Sensation XE lebih berat beberapa gram saat ditaruh diatas timbangan. Secara umum, Sensation XE adalah smartphone ringkas yg dirancang untuk nyaman saat digenggam. Penambahan bahan karet dan bentuk melengkung dari penutup baterainya banyak membantu tingkat ergonomis pada Sensation XE.

Senin, 03 Oktober 2011

HTC EVO 3D - Review

Desain HTC EVO 3D


HTC EVO 3D adalah contoh evolusi pada layar smartphone, dengan mengutilisasi teknologi 3 dimensi yang sedang digandrungi kembali. Walau teknologi itu sendiri sudah ada sejak lama. EVO 3D diperkuat layar LCD stereoskopik 4 inchi capacitive dan resolusi qHD (960 x 560 pixels). Serupa dengan yang ada LG Optimus 3D, Anda akan mendapatkan efek 3 dimensi tanpa perlu menggunakan kacamata khusus. Namun efek 3D hanya bekerja pada saat smartphone dalam posisi lanskap. Dimensi HTC EVO 3D adalah 126 x 65 x 12,1 mm, cukup bongsor karena layarnya sendiri cukup lebar. EVO 3D juga tidak ringan, beratnya yaitu 170 gram. Seluruh bodinya terbuat dari plastik, tetapi tetap terlihat kokoh dan mantap. Lapisan karet kesat di kover belakang juga tampil menarik, menghindari selip saat menggenggam. Dengan dua lensa kamera (untuk 2D dan 3D) dilihat dari belakang, smartphone ini nampak seperti tape recorder. Port USB terletak di sebelah kiri smartphone. Sedangkan bagian kanannya dijejali tombol volume, shutter kamera, dan tombol untuk memilih moda kamera 2D atau 3D. Diatasnya tersemat tombol power yang juga sebagai pengunci layar dan port audio 3.5 mm. Dibawah layar terdapat 4 soft key penunjang (Home, Option, Back, Search).


Minggu, 25 September 2011

HTC ChaCha - Review

Desain HTC ChaCha


Smartphone ChaCha besutan HTC menggabungkan dua tipe handphone yang sedang populer saat ini, qwerty dan touch screen. Untuk mengetik dan sebagai shortcut beberapa fitur ada di kendali qwerty. Sedangkan navigasi utama diatur oleh layar sentuh-nya. Hebatnya lagi, keduanya berfungsi secara sempurna. Keypad qwerty-nya empuk di jari dan agak renggang satu sama lain, memudahkan saat mengetik teks. Layar sentuh capacitive-nya cukup responsif. Desain ChaCha cukup unik. Kontur tubuhnya melengkung ke belakang, sekilas terlihat seperti handphone yang bengkok. Desainnya adalah sebuah nilai plus bila ditilik soal tingkat kenyamanan saat dikantung atau digenggam. Ia mengikuti bentuk telapak tangan pengguna, juga bentuk paha saat di kantung celana. Sudut pandang mata ke layar juga jadi lebih asik. Refleksi cahaya matahari maupun lampu jadi berkurang dibanding handphone lain yang bentuknya rata.


HTC Sensation Z710e - Review

Desain HTC Sensation Z710e


Kembali menampilkan jejeran smartphone berkualitas, Kali ini HTC menghadirkan seri Sensation. HTC Sensation memiliki bobot yang ringan bagi sebuah smartphone, bahkan lebih ringan daripada pendahulunya, HTC Desire versi pertama. Smartphone ini punya desain yang sangat ‘lembut’ di mata. Bagian belakang Sensation adalah campuran dari plastik halus dan aluminium yang memantapkan genggaman Anda. Handphone tidak memiliki sudut tajam, semuanya melengkung dengan sangat cantik. Menggunakan layar S-LCD QHD dengan layar sentuh capacitive berukuran 4,3 inchi, kedalaman layar 16 juta warna dan resolusi 540 x 960 pixels. Identitas "Q" pada kata QHD diambil dari kata quarter (seperempat) HD (High Definition), jadi dilihat dari keempat sudut layarnya tetap terlihat berkualitas HD.


HTC Flyer - Review

Desain HTC Flyer


Untuk pertama kalinya HTC, vendor smartphone asal Taiwan menghadirkan perangkat tablet, yakni HTC Flyer. Serupa dengan produk-produk tablet lainnya, Flyer dibekali teknologi layar capacitive 16 juta warna dengan ukuran 7 inchi dan resolusi 600 x 1024 pixels yang bekerja dengan dukungan sensor akselerometer. HTC Flyer tergolong tablet yang kompak dengan dimensi 195,4x122x13,2 mm dan berat 420 gram. Pada sisi bodi tablet ini dilengkapi dengan tombol pengatur volume/zoom yang terletak pada sisi kiri. Tak lupa untuk menikmati konten multimedia, Flyer juga sudah dibekali port audio 3,5 mm.


HTC Desire S - Review

Desain HTC Desire S


HTC Desire S adalah smartphone dengan penampilan cantik. Smartphone Desire S ini hadir dengan layar besar dan desain unibody, sehingga kami dari tim selular Online menyatakan HTC telah mendesain perangkat ini dengan baik. Warnanya secara keseluruhan hitam dop dengan bahan aluminium pada bagian depan lalu karet dan plastik keras pada bagian belakang. Karet ini membuat Desire S tidak licin saat dipegang. Ukurannya dan beratnya juga sangat pas baik saat dikantungi maupun digenggam. Di bawah layar, kita akan menemukan empat tombol sentuh capacitive. Tombol Home, Menu, 'Back' dan 'Search' memiliki fungsi tambahan pada ditekan lama. Pengatur volume berbentuk panjang dan tipis juga port microUSB berada di sisi kiri handphone. Tombol power dan pengunci layar berada di bagian atas handphone ini. Desire S hadir dengan layar sentuh capacitive 3,7 inchi dengan kedalaman 16 juta warna dan resolusi 480 x 800 pixels. walaupun tidak menggunakan teknologi AMOLED, namun kualitas layar Desire S sangat baik.


HTC Desire Z - Review

Desain HTC Desire Z


Desain layar sentuh Desire Z dilengkapi dengan tombol qwerty geser samping kiri. Uniknya mekanisme gesernya menggunakan engsel. Jadi saat di geser, bagian layar sedikit terangkat. Handphone ini terasa cukup bongsor, tebal dan berbobot, beratnya mencapai 180 gram. Desire Z mengusung layar berukuran luas (3,7 inchi). Dengan ketajaman 480 x 800 pixels dan berteknologi super LCD 16 juta warna. Layar dilengkapi dengan 6 tampilan Homescreen, yang bisa diusap ke kanan-kiri. Tiap homescreen bisa diisi widgets, aplikasi, shortcut dan folder. Bodi Desire Z dihiasi port Micro USB di samping kiri. Ini sebagai jalan masuk untuk kabel data dan charger. Saat mengkoneksikan handphone ini ke PC via kabel data, muncul pilihan aktivitas : Charge Only, HTC sync (sinkronisasi contact, calender), USB Thetering (modem eksternal) dan Internet Pass Trought (koneksi internet di handphone via PC). Di bodi atas ada lubang jack 3,5 sebagai masukan kabel headset.


HTC 7 Mozart - Review

Desain HTC 7 Mozart


Desain HTC 7 Mozart (119 x 60,2 x 11,9 mm) terasa lebih ramping daripada HD7 (122 x 68 x 11,2 mm). Juga lebih ringan (130 gram) dibandingkan HD7 (162 gram). Sama seperti HD7, casing belakang yang bisa dibuka hanya pada sebagian sisi bawah saja. Tapi bodi belakang Mozart didesain lebih artistik. Bahan bodi Mozart perbaduan antara plastik kesat dan alumunium metal. Di samping kiri disematkan tombol kamera, dan di kanan ada tombol volume dan port MicroUSB (charger & kabel data). Di bodi atas diletakkan lubang Jack 3,5 mm dan tombol Power. Ukuran layar di Mozart yang 3,7 inchi, kalah dibandingkan HD7 yang berukuran 3,4 inchi. Tapi layar di Mozart juga dibekali kekuatan Super LCD 16 juta warna 480 x 800 pixels, sehingga tak kalahj tajam. Soal tampilan menu sama persis dengan HD7. Yaitu disediakan tampilan lock screen yang sekaligus sebagai wallpaper. Begitu lock screen diusap ke atas, akan muncul tampilan beberapa kotak menu yang bisa diusap ke atas/bawah. Mirip HD7, Mozart juga hanya menyediakan port MicroUSB untuk charger dan kabel data. Untuk mentransfer file dari dan ke PC, tidak bisa hanya dengan mengkoneksikan via kabel data saja. Tapi di PC perlu diinstal software Zune yang menjadi media untuk mentranser atau sinkronisasi file musik, video dan gambar


HTC Aria - Review

Desain HTC Aria


HTC Aria tampil dengan desain mungil dan ringan. Plastik glossy hitam melapisi seluruh bodi, sehingga terlihat elegan, tapi juga jadi mudah kotor oleh bekas sidik jari. Di bodi belakang terdapat 4 baut di tiap pojok, sepertinya casing belakang tidak dapat dibuka. Apalagi tidak ada garis sekat di sekeliling samping bodi. Tapi ternyata casing belakang bisa dibuka dengan hanya mencongkelnya, dimana garis sekat pemisahnya ada di sekeliling bodi depan. Layar HTC Aria menyediakan 7 homescreen, ketujuh homescreen dapat dilihat dalam satu layar, tinggal sentuh tombol Home. Untuk mengganti homescreen cukup usap layar kanan/kiri. Bodi HTC Aria dihiasi tombol volume di sisi kiri dan tombol power di atas. Lubang headset 3,5 mm disematkan di bodi atas sedikit ke belakang. Sedangkan port Micro USB diletakkan di bodi bawah.


HTC HD7 - Review

Desain HTC HD7


HTC HD7 berdesain layar sentuh seluas 4,3 inci. Hanya menyisakan sedikit bidang untuk tombol Back, Home dan Search yang berjenih touchpad. Bodi depan dilapisi plastik glossy, sedangkan di sekeliling dibalut metal licin. Bodi belakang dipilih bahan plastik kesat, dipadu sedikit metal di sekitar kamera. Dan ternyata bagian metal ini berupa kick stand (sandaran), caranya dengan mencongkel keluar. Sisi kanan disematkan tombol : volume dan kamera, bodi kanan ada tombol On/Off, dan bagian bawah diletakkan port MicroUSB dan lubang Jack 3,5 mm. Layar berteknologi Super LCD 16 juta warna 480 x 800 pixels, membuat visual layar terlihat tajam. Saat diaktifkan dari keadaan standby (tekan tombol On/Off), akan tampil lock screen. Di lock screen inilah bisa gonta-ganti wallpaper. Untuk meng-unlock layar, usap lock screen ke atas, akan muncul tampilan beberapa kotak (mirip widget) yang berisi menu tertentu. Satu-satunya port di HTC HD7, yaitu MicroUSB, digunakan bersama untuk charger dan kabel data. Saat dicoba menghubungkan smartphone ini ke PC (Windows Vista dan Windows 7) via kabel data, ternyata tidak bisa langsung dikenali sebagai USB Mass Storage. HTC HD7 ternyata tidak dibekali slot memori ekstneral MicroSD. Jadi praktis hanya berharap pada memori internal berkapasitas 14,63 GB.


HTC Desire - Review

Desain HTC Desire


Ponsel layar sentuh memang bukan perangkat terbaik guna berkreasi dalam hal desain. Namun HTC menjadikan kerangka Desire solid, kokoh dan anti gores. Material pembungkus permukaan belakang terbuat dari plastik yang memiliki rasa lembut ketika disentuh. Di bagian atas layar terdapat earpiece dan 2 sensor tersembunyi (kedekatan dan lampu indikator). Tepat di bawah layar terdapat 4 tombol kontrol khas Android (back, menu kontekstual, Home, dan Search). Di antara mereka, terdapat optik trackpad. Pada bagian kepala, terdapat jack audio 3,5mm dan tombol kunci/On/Off. Selain mouthpiece, juga terdapat port microUSB standard yang dual fungsi untuk charge dan kabel data di bagian bawah. Hampir seluruh permukaan depan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk layar. Tidak ada ruang tepi terbuang percuma. Mirip dengan ponsel Google, Desire juga memiliki layar sentuh capacitive AMOLED 3,7 inchi dengan resolusi WVGA yang sudah antigores.


HTC Smart - Review

Desain HTC Smart - Review


Postur dan bobot ponsel ini terbilang biasa, tidak mungil dan juga tidak bongsor. Sisi depan berbalut plastik glossy (kecuali keypad), sedangkan bodi belakangnya bebahan aluminium. Tidak ada tombol shortcut di sekeliling ponsel ini. Hanya ada slot MicroSD dan port MicroUSB (kabel data)di samping kiri, serta lubang : Headset Jack 3,5 mm dan charger, di sisi atas. Tombol keypadnya yang terbuat dari plastik kesat dengan kontur membulat, terasa cukup luas dan empuk ditekan. Masih di sisi depan, dipajang tombol shortcut Contact dan Messaging. Sedangkan untuk jelajah menu disematkan tombol navigasi 5 arah. Layar berukuran 2.4 inci, layar C3 yang ber-user interface seri 40 (UI S40) terlihat lapang. Tampilannya pun terlihat cukup tajam. Beberapa ikon menu bisa dimunculkan di Homescreen (awal layar) dan bisa langsung diakses. Mirip fitur Active Standby di beberapa ponsel Nokia terdahulu. Dan ini menjadi salah satu yang diandalkan Nokia C3.


HTC Legend - Review

Desain HTC Legend


HTC Legend mengadopsi desain laptop high-end dengan body aluminium. Material plastik hanya untuk membungkus penutup baterai.Memiliki ketebalan hanya 11,5 mm, Legend terasa tipis di telapak tangan. Hanya terdapat 2 port, satu di atas untuk jack audio 3,5 mm dan satu di bawah untuk charge. Memiliki layar sentuh berukuran 3,2 inchi HVGA, Legend mengadopsi teknologi baru yakni AMOLED dengan kedalaman 16 juta warna. Meski berada di luar ruangan, warnanya tetap cemerlang, tapi memang untuk langsung di bawah sinar matahari, tetap agak gelap. Karena bersifat capacitive, semua akses menu dalam layar hanya bisa dilakukan melalui sapuan jari, bukan kuku atau stylus.


HTC Wildfire - Review

Desain HTC Wildfire


Wildfire mewarisi desain khas HTC dari zaman ke zaman, warna hitam dof, layar ekstra lebar, serta bentuk yang mengambilpatron dasar PDA. Rancangan strukturnya sendiri cukup solid dan kokoh, dengan material casing yang cukup baik pula. Dengan sepenuhnya bergantung pada teknologi layar sentuh sebagai sarana interaksi dengan ponsel, lumrah jika ukuran layarnya super lebar. Walaupun ketajaman layar kurang optimal, padahal sudah dibekali kedalaman warna hingga 16 juta. Tentu saja interaksi dengan ponsel sepenuhnya dilakukan lewat sentuhan jari. Namun selain itu, Wildfire mengusung teknologi baru dalam navigasi dengan mengenalkan optical trackpad. Ini semacam trackpad dengan bantuan lensa optical untuk sensor geraknya.


HTC Touch Pro - Review

Desain HTC Touch Pro


Menerapkan konsep desain sliding bar dengan balutan warna hitam di seluruh bodi. Layar berukuran 2.8 inci atau sekitar 4,25 x 5,6 cm dan kedalaman 65.000 warna cukup tajam menampilkan foto atau video. TFT LCD dipilih sebagai material yang bisa diandalkan, apalagi resolusi yang dimiliki berkualitas VGA (640 x 480 pixels). Tampilan layar bisa otomatis landscape atau portrait tergantung saat kita memposisikannya. Untuk mengetik SMS atau menulis email kita mesti menggunakan jajaran keyboard sempurnanya alias qwerty keyboard. Bisa saja menggunakan virtual keyboard untuk mengetik, namun tentunya lumayan sulit dilakukan.


HTC Touch Cruise - Review

Desain HTC Touch Cruise


Untuk sebuah ponsel cerdas, ukuran ponsel ini termasuk pas di tangan, tidak terlalu besar dan tak pula kekecilan. Tampilannya dibuat ringkas dan sederhana, sehingga tak banyak tombol ini-itu di sekujur body ponsel. Termasuk, slot kartu memori yang ditempatkan di bagian dalam. Tombol volume dan power hanya berbentuk strip yang tak terlalu menonjol. Ada tombol langsung untuk mengoperasikan GPS-nya. Tak tanggung-tanggung. Dua tombol sekaligus dibuat yang masing-masing untuk fungsi GPS dan fitur Footprints. Kedua tombol shorcut tersebut terletak di kanan kiri tombol navigasi empat arah. Meski jati dirinya adalah GPS phone, Touch Cruise tergolong ponsel cerdas yang memiliki banyak keunggulan untuk olah dokumen dan hiburan. Jadi, layaklah ia menemami pebisnis yang suka melancong dan mencatat tempat-tempat favorit.


HTC SNAP - Review

Desain HTC SNAP


Diperhatikan dari jauh, mungkin banyak orang awam yang mengira handphone ini Blackberry. Desain keypad QWERTY terlihat dominan, dan memenuhi sebagian besar badan ponsel ini. Meskipun terlihat kaku dengan balutan warna hitam pada seluruh bodinya, namun ponsel ini memiliki desain yang elegan dan ergonomis. Pilihan materi mentahnya cukup baik. Ponsel ini terasa solid dan nyaman di genggam. Layar selebar 2.4 inchi dirasa cukup akomodatif dalam menjembatani kebutuhan menampilkan informasi. Resolusi layar QVGA pun cukup maksimal dalam menampilkan gambar dan film. Tidak ditemukan dither (gangguan pixel) saat menampilkan gambar dengan warna kontras. Ketika berada di bawah terik matahari pun layar handphone ini masih bisa menampilkan informasi dengan jelas, tanpa bias yang menyulitkan pandangan.


Senin, 22 Agustus 2011

Review Ponsel : HTC Salsa

Desain HTC Salsa


Desain Salsa sangat khas smartphone HTC, dari gaya unibody ke bagian ‘dagu’ yang menjorok kedepan. Pertama anda menyalakan layar akan disuguhi ‘tarik cincin untuk buka layar khas HTC. Kemudian kita akan melihat jam yang ada dihampir setiap smartphone HTC. Banyak ide-ide desain yang didaur ulang untuk mencapai bentuk akhir handphone ini, hingga bentuk Salsa tampak seperti kawin silang antara HTC Wildfire S dan Desire S. Tampak muka Salsa didominasi oleh layar sentuh capacitive 3,4 inchi HVGA dengan resolusi 320×480 pixels. Pancaran cahaya LCD cukup terang. Mengenai sensitivitas layar sentuhnya, Salsa bekerja sesuai dengan apa yang kami harapkan dari sebuah layar sentuh capacitive. Usapan jari yang pelan sekalipun akan mendapatk reaksi darinya. Di bawah layar, dapat kita temukan empat softkey capacitive. Secara berurutan, tombol ini berfungsi sebagai Home, Menu, Back dan Search. Apabila ditekan lama akan keluar fungsi tambahan seperti voice search. Dibawahnya lagi, akan kita temukan tombol ‘f’ kecil berwarna biru.


Catatan HTC Salsa


Tombol Facebook adalah satu dari empat tombol fisik yang ada di bodi handphone (selain pengontrol volume, Shutter kamera, dan tombol power).