Tampilkan postingan dengan label Nokia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nokia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Nokia Asha 303 - Review

Desain Nokia Asha 303


Nokia Asha 303 memiliki dimensi 116,5 x 55,7 x 13,9 mm. 72 mm dari bodinya dihabiskan untuk keberadaan layar, sedangkan sisanya dipakai lahan keypad qwerty. Layarnya lebih besar untuk memudahkan penggunaan layar sentuh capacitive yang ia usung. Ya, handphone ini memadukan jajaran tombol keras qwerty dengan navigasi layar sentuh. Dan keduanya beroperasi dengan kekuatan maksimal.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Nokia 700 - Review

Desain Nokia 700


Nokia 700 tampil begitu menggoda dgn desain layar sentuh penuh (full touchscreen). Bodinya yang singset memberi daya tarik sendiri. Sisi depan ditutupi bahan plastik glossy. Layarnya berjenis AMOLED berukuran 3,2 inchi, kedalaman 16 juta warna, dan resolusi maksimal 360 x 640 pixels menjadi pemkamungan utama yang tersaji di depan.


Tepat di bawah layar terdapat tiga tombol utama yaitu tombol Call, Menu, dan End Call. Berdekatan dgn tombol utama, terdapat speaker yang disematkan di bagian bawah. Melintas ke area sisi, ada port micro USB multifungsi dan port jack 3,5 mm di bodi atas. Sementara di sisi kanan terdapat tombol pengunci layar, shutter kamera, dan tombol pengatur volume.

Rabu, 12 Oktober 2011

Nokia 500 - Review

Desain Nokia 500


Nokia N500 berukuran 111.3 x 53.8 x 14.1 mm. Bodinya ramping memanjang dan didominasi oleh layar sentuh. Bobotnya 93 gram, sangat ringan untuk sebuah smartphone yang kaya isi. Hampir seluruh bodinya terbuat dari plastik, namun kualitas material yang Nokia pakai bukan yang berkualitas rendah. Back cover smartphone berbahan plastik namun dilapisi lagi oleh karet dof.


Kamis, 06 Oktober 2011

Nokia E5 - Review

Desain Nokia E5


Hadir dengan bentuk bar qwerty memberikan kenyamanan tersendiri saat mengetik di Nokia E5. Sebagai handphone qwerty, E5 memiliki dimensi 115 x 58,9 x 12,8 mm, menjadikan desain E5 tergolong singset. Keypad qwerty empat baris yang luas menutupi sebagian besar bagian depan handphone. E5 memiliki bobot 126 gram, paslah untuk berat sebuah handphone. Memakai plastik sebagai bahan pembentuk utama, Nokia E5 masih memberikan rasa solid dan kuat. Nokia E5 memiliki bentang layar 2,36 inchi dengan kedalaman 256 ribu warna layar serta resolusi 320 x 240 pixels. Kualitasnya cukup baik walau kedalaman warnanya tidak begitu besar. Dibawah sinar matahari langsung pun mata kita masih bisa melihat layar dengan baik. Di bawah layar ada tombol navigasi yang diapit tiga tombol di tiap sisinya.


Senin, 03 Oktober 2011

Nokia C5 5MP - Review

Desain Nokia C5 5MP


Nokia C5 5MP adalah pembaharuan dari seri C5. Perubahan hanya terjadi pada dalaman tidak pada desain. Ia masih setia dengan desain candybar yang dikelilingi bingkai berbahan stainless. walau menggunakan keypad alfanumerik, Mengetik di C5 5MP masih menyenangkan. Ini karena ukuran tombol keypad yang cukup besar. Tombol alfanumerik masing-masing berukuran 8x13 mm, dijamin Anda yang berjari besar sekalipun tidak akan kesulitan. C5 5MP didukung layar dengan teknologi TFT (thin film transistor) dan kedalaman 16 juta warna. Bentang layarnya adalah 2,2 inchi dengan resolusi 320 x 240 pixels inchi.


Nokia X5 - Review

Desain Nokia X5


Bagi tangan reguler, mungkin akan aneh ketika menggenggam X5. Terasa berat dan kotak. Warna pink menyala dominan di antara steinless peraknya. Terbuat dari material yang kokoh, X5 memiliki engsel geser yang mulus dan ringan. Geser permukaan layar ke atas guna menyingkap keyboard qwerty di dalamnya. Dihiasi tombol pengatur volume pada sisi kiri body, port audio 3,5mm dan charge di bagian kepala. Karena termasuk anggota seri XpressMusic, maka tersedia tombol pintas ke music player di dekat tombol ‘End Call’. Bayangkan model Nokia E72 dibagi 2 di mana keypadnya disembunyikan di balik layar. Itulah gambaran terdekat X5. Keyboard qwerty yang terselubung di balik layar, mirip dengan E72. Baik susunan, ukuran, dan material juga sama. Tiap tutsnya cembung menjulang di tengah dan terbuat dari plastik membal (seperti karet). Layar berdiameter 2,36 inchi memang agak kecil untuk posturnya. Model layar horizontal tanpa dukungan sentuh dan akselerometer memang mengurangi nilai jualnya. Dengan kedalaman 256 ribu warna dan resolusi 320x240 pixels, X5 mampu memperlihatkan warna yang terpadu. Kemampuan di bawah sinar matahari pun tergolong baik.


Nokia N8 - Review

Desain Nokia N8


Desain N8 terlihat memanjang, dengan bodi lebih ramping dibandingkan ponsel berlayar luas lainnya. Sisi layar berlapis plastik glosy, sedangkan sekujur bodi lainnya berbahan alumunium kesat. Sisi kanan N8 disematkan tombol volume, lock layar dan kamera. Di samping kiri ada slot MicroSD (memori eksternal), slot SIM card dan port MicroUSB (kabel data,charger). Dan di bodi atas diletakkan tombol On/Off, lubang Jack 3,5 mm dan port HDMI. Seperti OS lainnya, Symbian^3 juga menyuguhkan Homescreen (ada 3) yang cukup diusap ke kanan/kiri untuk menggantinya. Tiap Homescreen disediakan 6 kotak untuk diisikan widget atau shortcut. Layar N8 berteknologi AMOLED sehingga terlihat tajam. Layar sentuhnya bersifat capacitive, jadi lebih peka sentuhan jari. Hadirnya port HDMI (High-Definition Multimedia Interface) yang tersemat di bodi atas berfungsi menghubungkan N8 dengan TV. Yang membuat video yang tampil di TV terlihat tajam, dan mendukung hingga resolusi 720p HD. Plus dilengkapi teknologi suara Dolby Digital Plus sehingga serasa memiliki home theatre sendiri. Di paket penjualannya disertakan kabel adapter HDMI. Serta kabel USB On The Go yang memungkinkan N8 terhubung dan dapat membaca USB Flashdisk.


Nokia C7 - Review

Desain Nokia C7


Dibandingkan N8, tampilan C7 lebih elegan. Terutama sisi depannya yang berbahan chrome silver glossy. Beda dengan N8 yang berbahan kesat. Bodi belakang C7 sebagian berbahan plastik, sedangkan casing penutup baterai berbahan metal. Lekukan bodi C7 terlihat lebih ergonomis, cenderung lebih feminim ketimbang N8 yang terkesan macho. C7 agak lebih ramping (beda 2,2 mm lebar) dan lebih tipis (beda 2,4 mm), ketimbang B8. Bobotnya juga lebih ringan 5 gram, tapi tetap saja beratnya yang 130 gram terasa berat digenggaman. Layar C7 sama tajamnya dengan N8. Masih berdaya AMOLED 16,7 juta warna 640 x 360 pixels. Juga masih menyuguhkan 3 Homescreen yang masing-masing bisa diisikan widget atau shortcut menu, yang ditata dalam 6 baris kotak. Untuk berganti tiap homescreen cukup usap ke kanan/kiri, wallpaper pun ikut berubah. Layar sentuhnya juga bersifat capacitive, yang lebih peka sentuhan jari. Bodi C7 dihiasi dengan tombol volume, lock layar dan kamera di sisi kanan. Di bodi atas diletakkan tombol On/Off, lubang Jack 3,5 mm dan port MicroUSB (kabel data,charger). Slot memori eksternal diletakkan di balik baterai, merepotkan jika melepas atau memasang kartu MicroSD. Salah satu fitur yang dipangkas di C7 yaitu port HDMI plus suara Dolby Digital Plus. C7 hanya mendukung TV Out biasa. Selain itu, baterai di C7 bisa dilepas, sedangkan di baterai N8 menyatu dengan bodi. Port MicroUSB mendukung USB On The Go, untuk mengenali USB Flashdisk.


Nokia X3-02 - Review

Desain Nokia X3-02


Secara umum tampilan ponsel ini biasa-biasa saja, menyiratkan desain bar dengan keypad alfabet numerik. Tapi bila diamati lebih dalam, X3-02 mengusung sesuatu yang unik, dimana ponsel mungil dengan dimensi 106,2 x 48,4 x 9,6 mm ini sudah dilengkapi dengan layar sentuh. Bisa dibilang X3-02 kini menjadi ponsel fesyen dengan layar sentuh terkecil yang ada di pasaran. Dengan desain yang mungil, dan layar berukuran 2,4 inchi, tentu tak ideal untuk penempatan stylus pen. Jenis layar X3-02 menggunakan teknologi TFT 256 ribu warna dengan resolusi 240 x 320 pixels resistive. Keypad dilengkapi tombol shortcut untuk akses ke menu pemutar musik. Tak lupa terdapat tombol pengunci dan messaging shortcut. Peran tombol volume dapat dijadikan tombol zoom.


Nokia X2 - Review

Desain Nokia X2


Bodi depan ponsel batangan ini dilapisi plastik glossy hingga ke bagian tombol-tombolnya. Termasuknya juga beberapa bagian sisi depan dan belakang. Casing belakang penutup baterai terbuat dari bahan alumunium. Namun bahan plastik di ponsel terasa kurang kokoh saat digenggam. Untuk memilih berbagai menu disematkan tombol navigasi 5 arah. Di samping kanan diletakkan tombol volume, slot MicroSD dan tombol kamera. Layar TFT di X2 berukuran standar (2,2 inci), didukung resolusi 320 x 240 pixels dan daya pancar 260 ribu warna. Tampilan layar pun terlihat cukup tajam. Di layar depan bisa diseting tampilan Homescreen berupa 3 baris yang bisa diisikan shortcut menu tertentu. Untuk jalur masuk kabel data, disiapkan port MicroUSB di bodi atas yang diberi penutup. Saat ponsel ini terkoneksi ke komputer via kabel data, bisa melakukan kegiatan PC Suite, Media Transfer dan Mass Storage. Selain itu ada juga lubang Jack 3,5 mm untuk headset. Sedangkan untuk charging menggunakan port lama, yaitu lubang kecil 2 mm.


Nokia C5 - Review

Desain Nokia C5


Tampil cukup sederhana namun elegan. Inilah ciri khas dari C5. Desainnya candybar yang dikelilingi bingkai berbahan stainless, membuatnya tampil eksklusif. Cover bagian pentup baterai dibalut dengan warna sliver yang amat kontras dengan body ponsel. Biarpun tak tampil qwerty, pengoperasian C5 tetap nyaman. Dukungan keypad dengan ukuran 8 x 13 mm sangat pas untuk jari jempol sebesar apappun. C5 punya kedalaman layar 16 juta warna dengan dukungan teknologi TFT (thin film transistor). Sedang resolusi layarnya 320 x 240 pixels atau sekitar 2,2 inchi. Menampilka gambar foto dan juga video yang sangat baik.


Nokia C3 - Review

Desain Nokia C3


Postur dan bobot ponsel ini terbilang biasa, tidak mungil dan juga tidak bongsor. Sisi depan berbalut plastik glossy (kecuali keypad), sedangkan bodi belakangnya bebahan aluminium. Tidak ada tombol shortcut di sekeliling ponsel ini. Hanya ada slot MicroSD dan port MicroUSB (kabel data)di samping kiri, serta lubang : Headset Jack 3,5 mm dan charger, di sisi atas. Tombol keypadnya yang terbuat dari plastik kesat dengan kontur membulat, terasa cukup luas dan empuk ditekan. Masih di sisi depan, dipajang tombol shortcut Contact dan Messaging. Sedangkan untuk jelajah menu disematkan tombol navigasi 5 arah. Layar berukuran 2.4 inci, layar C3 yang ber-user interface seri 40 (UI S40) terlihat lapang. Tampilannya pun terlihat cukup tajam. Beberapa ikon menu bisa dimunculkan di Homescreen (awal layar) dan bisa langsung diakses. Mirip fitur Active Standby di beberapa ponsel Nokia terdahulu. Dan ini menjadi salah satu yang diandalkan Nokia C3.


Nokia C6 - Review

Desain Nokia C6


Bila sudah pernah melihat atau memegang ponsel Nokia N97 atau N97 mini, secara umum begitulah bentuk seri C6 ini. Keypad qwerty dengan desain sliding, dan juga berbekal layar sentuh. Dimensinya berukuran 113,4 x 53 x 16,8 mm dengan bobot 150 gram. Bila bodi ponsel digeser akan tampak jajaran keypad qwerty. Dengan keypad qwerty, Anda dengan mudah bisa menulis pesan teks atau menulis di aplikasi office. Layar C6 sudah mengusung ketajama 16 juta warna dengan jenis teknologi TFT. Ukuran layarnya 3,2 inchi dengan resolusi 640 x 360 pixels.


Nokia N97 mini - Review

Desain Nokia N97 mini


Ditilik dari segi desain, tidak ada perubahan mencolok antara Nokia N97 Mini dengan N97, kecuali ukurannya lebih kecil 4mm dari N97. Meskipun perubahan yang signifikan hanya terjadi pada sisi dimensional ruangnya, justru hal tersebut membawa efek positf bagi ponsel ini. Lebih nyaman di genggaman dan lebih ringkas dalam saku. Tidak ada sudut tajam pada ponsel ini juga menjadi nilai tambah berikutnya. Layar N97 mini memiliki resolusi sebesar 16 juta warna, dengan layar sentuh berjenis resistive. Bila dilihat dari diagonalnya, ukuran layar N97 mini menyusut 0.3” dari yang dimiliki oleh N97, yaitu dari 3.5” menjadi 3.2”. Namun, justru peningkatan aspek rasio pixelnya meningkat bila dibandingkan dengan N97 (360 x 640 pixel). Resolusi nHD memang terlihat baik untuk menampilkan berbagai gambar dan film, hanya saja untuk beberapa titik gambar kualitasnya masih kalah dengan WVGA.


Nokia 2220 - Review

Desain Nokia 2220


Bentuknya mengambil patron slider klasiknya Nokia, yang didominasi dengan kurva lengkung pada sudut-sudutnya. Tampilannya menarik, warna merah muda dengan permukaan glossy. Dipadu dengan backcover warna hitam kusam (dof), yang tak hanya memunculkan kesan elegan, tapi juga menolong untuk mempererat genggaman (tidak licin). Struktur rancangan lumayan kokoh dengan paduan material yang juga bagus. Layar menggunakan TFT dengan kedalaman 65 ribu warna. Kapasitas seperti itu cukup untuk memberikan tampilan layar yang terang dan cukup halus –bintik pixel tak begitu kentara. Di bawah cahaya matahari langsung juga masih bisa menampakkan tampilan yang jelas. Jajaran keypad alpha numericnya berada di folder bawah, akan muncul begitu folder digeser ke bawah.


Nokia 5230 - Review

Desain Nokia 5230


Rancang bangun dan konsep desainnya serupa betul dengan seri 5330. Kedua seri inimerupakan seri musik yangfully touch screen. Bentuk perseginya agak memanjang, yang didominasi untuk penempatan layarnya yang besar. Namun begitu, ponsel ini masih nyaman digenggam. Ponsel ini memiliki layar besar memanjang, yang kualitas tampilannya sangat baik. Layar sentuhnya menjadi media utama untuk berinteraksi dengan ponsel, karena tak ada tombol lain, selain tombol panggil dan tolak panggilan, serta ditambah satu tombol pilih. Respon layar sendiri cukup bagus, meski harus agak ditekan ketika memilih satu menu.


Nokia N900 - Review

Desain Nokia N900


Tablet internet ini terkesan bongsor dan berat, meski sudah lebih kecil dibanding pendahulunya, N810. Material dari plastik berwarna hitam dof di bagian belakang dan agak glossy di permukaan depan tentu kombinasi menawan dari desain yang sederhana, meski terkesan konservatif ini. Permukaan depan yang licin memang sangat riskan sidik jari, tapi tidak di bagian lainnya. Kinerja engsel gesernya sangat baik, mulus tanpa hentakan. Stylus tersembunyi di belakang body sebelah bawah. Pada kedalaman 65 ribu warna dengan resolusi 800x480 pixels, N900 mampu menampilkan gambar cemerlang. Kadar keterbacaan di bawah sinar matahari begitu memukau, mendekati yang terbaik di kelasnya. Sensitivitas layar sentuh resistive 3,5 inchi-nya lebih dari ala kadarnya. N900 memerlukan sedikit tekanan untuk sebuah ketukan agar terdeteksi. Keyboard geser N900 terdiri dari 3 layout alfanumerik yang terintegrasi dengan tombol 4 arah di sisi kanan. Tiap tombol melayani 2 atau 3 simbol sekaligus. Tombol Alt dan Shift sangat banyak digunakan. Bagusnya, terdapat numpad virtual pada layar sehingga tidak perlu menggeser keyboard qwerty hanya untuk menelepon


Nokia X6 - Review

Desain Nokia X6


Mirip serial XpressMusic sebelumnya yakni 5800, Nokia X6 benar-benar mengandalkan layar sentuh untuk mengoperasikannya. Berukuran yang juga tak jauh beda dengan pendahulunya itu yakni sebesar 111 x 51 x 13,8 berbobot 122 gram cukup nyaman di tangan. Letak slot kesemuanya berada di bagian atas ponsel. Di sana terdapat slot USB, headset berukuran standart 3,5 mm, dan juga slot charger. Full layar sentuh, serial X6 ini menggunakan teknologi capacitive touchscreen TFT berkedalaman hingga 16 juta warna. Kinerja layar sentuhnya cukup baik. Tidak lemot dan juga tidak terlalu sensitive. Ponsel akan bereaksi bila benar-benar kita sentuh dan sedikit tekan. Tampilan layarnya sangat tajam dan jernih terutama menampilkan gambar hasil fotonya. Hanya ada tiga tombol di bagian muka dan satu tombol on/off di bagian atas. Tiga tombol yang ada berfungsi sebagai tombol untuk menerima panggilan dan menolak/mengakhiri panggilan. Sementara tombol di bagian tengahnya untuk masuk ke menu utama. Supaya layar tidak beraksi saat disentuh secara tidak, kita bisa memaksimalkan fungsi tombol pengunci yang ada di bagian kanan body ponsel.


Nokia 3720 - Review

Desain Nokia 3720


Komposisi ukuran dimensi 115x47x15,3 mm dengan bobot 94 gram terasa pas di tangan. Komposisi layar dan keypadnya seimbang. Tiga lis karet yang melingkari body, berguna membuat ponsel tidak licin di tangan. Tiga port utama tersembunyi di balik penutup di bagian bawah. Baik penutup port dan baterai, dilapisi pinggiran karet untuk melindungi dari rembesan air dan debu. Terbuat dari karet dengan ukuran yang pas untuk jari. Hanya saja, tombol terasa agak keras ketika diditekan. Hal ini dikarenakan ketinggian keypad itu sendiri yang hampir rata dengan bingkainya. Jika kita terbiasa dengan keypad normal, hal ini tentu membutuhkan waktu penyesuaian yang lebih lama. Ukuran layar Nokia seri 3 terbaru ini terbilang luas. Font-font besar memudahkan pengguna membaca intruksi di dalamnya. Display sebesar 2,2 inchi dengan kedalaman 16 juta warna sangat nyaman dinikmati. Di luar ruangan pun warnanya tetap cemerlang.


Nokia N86 - Review

Desain Nokia N86


Nokia N86 mengadopsi desain geser (slider). Dalam keadaan tertutup, tak nampak jajaran keypadnya. Namun, setelah digeser ke atas barulah tampak seluruh keypadnya. Dan, bila digeser ke bawah akan tampak di sebelah kirinya keypad untuk pemutar musik dan zoom in/out saat melihat foto. Tampak belakang, ponsel ini mirip kamera saku digital. Pelindung lensa berfungsi pula untuk mengaktifkan kamera. Tombol shutter sangat pas letaknya saat memotret. Ketajaman layar 16 juta warna yang disandangnya mampu menampilkan gambar-gambar indah sesuai aslinya. Foto dan video hasil olahan kameranya mampu diputar ulang dengan baik dan memanjakan mata. Dengan menggunakan bahan active matrix OLED, layar masih terlihat baik di dalam ruangan maupun luar ruangan.