Tampilkan postingan dengan label Motorola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motorola. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Motorola Xoom - Review

Desain Motorola Xoom


Inilah tablet pertama besutan Motorola, Xoom tak lain adalah tablet dengan bentang layar 10,1 inchi. Dengan ukuran layarnya, Motorola Xoom menjadi konsol yang pas bila disandingkan dengan Acer Iconia dan Asus Eee Pad. Pada sisi depan, Xoom didominasi layar yang dilapisi bahan glossy, sedangkan pada bagian belakang berbahan plastik yang kesat, dof. Kelengkapan pada tablet ini mencakup slot MicroSD dan audio port jack 3,5 mm. Sedangkan untuk dukungan multimedia, berjejer port MicroUSB, mini HDMI dan pastinya lubang charger. Layar 10.1 inchi mengusung kekuatan 16 juta warna, terlihat luas dan tajam, apalagi resolusi layarnya mencapai 800x1280 pixels. Interaksi menu pada layar terbilang menarik berkat adopsi tampilan antarmuka dari OS 3.0 Honeycomb.


Motorola MB525 Defy - Review

Desain Motorola MB525 Defy


Motorola Defy adalah sebuah smartphone dengan touch screen capacitive. Handphone ini memiliki bentang layar 3,7 inchi, dan dimensi bodi 107 x 59 x 13,4 mm dan berat 118 gram. Motorola Defy dipromosikan sebagai sebuah smartphone Android yang tahan banting, tahan pada cipratan air dan anti debu. Untuk memenuhi klaim ini, Motorola membalut bodi Defy dengan bahan yang terbuat dari karet dan logam stainless steel, menjadikannya kuat dan tahan benturan. Bagian depan Defy didominasi oleh layar sentuh dan 4 tombol di bawahnya. Bingkai hitam yang ada di sekitar layar diperkuat dengan sekrup yang tampak menyatukan dua bagian bodi handphone. Layar Motorola Defy lebih kecil dari Samsung i9000 Galaxy S, namun sedikit lebih besar dari iPhone 4.


Motorola EX115 - Review

Desain Motorola EX115


Motorola, pemain lama di bisnis vendor handphone merilis EX115. Handphone ini dipasarkan sebagai handphone yang memungkinkan penggunanya mengetik teks dengan cepat juga mudah. Handphone dengan konsep bar ini memakai modey keypad qwerty yang terbuat dari bahan karet. Keypad nya terasa nyaman sekali saat digunakan. Cover belakang EX115 terbuat dari bahan karet dan list sampingnya dari logam metalik, memberikan kesan yang kokoh. Pada bagian kiri terdapat port MicroUSB, sedangkan di kanan ada controller untuk volume. Terdapat audio port 3,5 mm diatasnya.


Catatan Motorola EX115


Pengguna dapat mengganti kartu memori tanpa mematikan handset.



Motorola Quench XT5 - Review

Desain Motorola Quench XT5


Seri ini hadir sebagai handphone layar sentuh dengan bentuk sederhana. Tidak ada dimensi menonjol karena ukuran Quench layaknya handphone candybar, dengan luasan mayoritas dipakai untuk layar. Uniknya, Motorola menggunakan plastik kesat bergelombang untuk casing belakang. Akibat pemakaian model casing ini, Quench terasa mantap saat digenggam. Hanya saja, casing belakang ini agak sulit dibuka karena mesti menggunakan ujung kuku untuk memasang SIM card atau memori eksternal yang terbungkus casing tersebut. Layar Quench adalah tipe kapasitif sehingga memungkinkan navigasi melalui jari tangan. Luasan layar 3,1 inchi memang tidak terlalu lebar, tetapi cukup memuat empat kolom menu ikonik. Dengan antarmuka Motoblur yang didesain khusus untuk pengguna Android Motorola, pengguna Quench dapat menikmati sejumlah shortcut menu yang ditampilkan ke dalam menu utama. Seperti halnya handphone Android lain Quench hanya dihiasi port USB di sisi kanan handphone. Port ini dilengkapi tutup berwarna metalik yang serupa dengan lis Quench. Port lain adalah SIM card dan memori eksternal yang terletak di dalam bodi handphone yang tertutup casing belakang. Meski tertutup casing, sifat memori eksternal ini sudah hotswap, tak perlu mematikan handphone saat menarik atau memasukkan kartu memori tersebut.


Motorola Charm MB502 - Review

Desain Motorola Charm MB502


Rancangan handphone ini terbilang menarik, yakni menggabungkan antara kemampuan input layar sentuh dan tombol konvensional, atau dikenal dengan istilah hybrid. Untuk segmen smartphone Android, masih jarang yang mengusung desain hybrid, apalagi dengan desain full bar. Desain Motorola Charm terbilang ergonomis, pas mendukung fungsi messaging lewat tuts qwerty keypad dengan hentakan halus. Motorola Charm dibalut dengan material cover berbahan dof, menjadikan handphone ini tak licin dan mantap dalam genggaman. Instumen yang melengkapi handphone ini adalah port audio jack 3,5 mm, tombol volume dan port micro USB 2.0. Port micro USB digunakan untuk proses transfer data dan charging. Pada sisi atas bodi Charm terdapat tombol on/off yang juga berperan sebagai tombol pengunci layar. Motorola Charm mengadopsi jenis layar capacitive dengan kedalaman 256 ribu warna, resolusi 320 x240 pixels dan bentang layar 2,8 inchi. Tepat dibawah layar terdapat 3 tombol touchpad, yakni menu key, home key dan back key. Pada tampilan layar utama terdapat 7 homescreeen dinamis untuk di set beragam menu favorit. Untuk memudahkan akses ke berbagai menu, pada deretan qwerty keypad, terdapat tombol akses langsung ke menu messaging dan kamera. Bahkan pada sisi kanan qwerty keypad, ada 4 set tombol untuk navigasi menu.


Motorola A3100 - Review

Desain Motorola A3100


Smartphone keluaran Motorola ini memiliki bentuk ouval. Ketiadaan sudut membuatnya terlihat manis dan unik. Layar berukuran 2,6 inch dengan resolusi 24 x 320 pixels sangat menunjang kenyamanan mata. Sebagai smartphone dengan konsep touch screen tentu saja membuatnya minim akan tombol. Tombol yang ada hanyalah tombol memanggil dan mengakhiri panggilan serta tombol navigasi berbentuk bulat. Material yang digunakan pada ponsel ini terkesan mewah dan kokoh. Pada bodi bagian belakang terlihat hampir seluruhnya dilapisi dari bahan stainlees steel.


Motorola W156 - Review

Desain Motorola W156


Motorola W156 bentuknya yang kotak memanjang terkesan agak tak lazim untuk sebuah ponsel bar (batang). Tapi justru itu yang membuatnya tampil beda dan bisa mencuri perhatian. Apalagi fisiknya yang kompak, ditambah dengan warna hitam, plus permukaan bagian depan yang dilapisi mika, mampu memunculkan kesan mentereng. Seperti balik ke masa lalu, ketika ponsel masih menggunakan layar hitam putih. Begitu juga ponsel ini, layarnya menggunakan layar monokrom hitam putih. Ini menjadi nilai minus, karena banyak ponsel pesaing yang sekelas sudah menggunakan layar warna. Ukuran layar agak kecil, namun masih cukup menampung empat baris teks.
Tombol keypad merupakan satu kesatuan bidang rata tanpa pemisah tiap tombol. Ada lis bahan karet yang memisahkan deret atas dengan deret bawah.


Motorola WX390 - Review

Desain Motorola WX390


Sepintas lalu, orang dengan cepat menilai WX390 merupakan ponsel kelas entry level. Desainnya yang berupa bar sederhana sudah mencerminkan hal itu. Namun yang menarik, kelihatan bahwa ponsel ini dirancang dan didesain dengan baik. Material penyusunnya juga bukan material asal-asalan. Karena itu, biarpun tampangnya sederhana, ponsel ini tetap mengesankan ponsel berkelas yang kompak dan nyaman dalam genggaman. Ukuran layarnya memang termasuk kecil, dan mungkin untuk sebagian besar pengguna, ukuran seperti itu kurang nyaman untuk mata. Tapi itulah konsekuensi untuk sebuah ponsel dengan dimensi yang juga kecil. Namun begitu, tampilan layar jenis CSTN dengan kedalaman 65 ribu warna, menjadi sedikit pengobat bagi ketidaknyamanan mata.


Motorola Milestone - Review

Desain Motorola Milestone


Motorola menyebutnya side slide keyboard. Betul, karena bila digeser dari sisi kirinya akan muncul keyboard qwerty yang dilengkapi navigasi 4 arah yang mudah dijangkau oleh jari jempol kanan. Di bagian tengah navigasi terdapat tombol berwarna emas sebagai fungsi Enter. Layarnya mendapat porsi maksimal dengan ukuran diagonal 3,7 inci. Selain lebar, kualitasnya tak diragukan lagi. Dengan kedalaman 16 juta warna dapat memanjakan mata saat melihat berkas foto maupun menonton video. Untuk menghemat baterai, layar dapat sleep secara otomatis dan dikunci dengan tombol power. Respon layar sentuh cukup responsif. Dengan mengadopsi OS Android 2.1, kita bisa menempatkan shorcut hingga 9 layar dan masing-masing dapat dipenuhi 16 shorcut aplikasi dan fitur lainnya.


Motorola MB300 Backflip - Review

Desain Motorola MB300 Backflip


Posisi papan ketik dengan layar utama bertolak belakang. Sehingga setelah dibuka folding-nya, baru akan membentuk ponsel dengan keyboard seperti biasa. Variasi material pembungkus dari plastik dan logam tidak terlalu istimewa. Yang unik dan canggih adalah touchpad yang berada di bagian belakang layar. Layar menggunakan Motoblur UI yang semakin berkembang menjadikan hiasan widget pada homescreen lebih hidup (live). Layar kaca TFT terbuat dari Gorilla Glass sangat kokoh dalam usapanan jari. Tampilan muka dengan sensor akselerometer memastikan Backflip auto-rotate ketika digunakan. Layar berukuran 3,1 inchi memang terasa kurang untuk mengetik virtual. Ketika ditutup, papan ketiknya berfungsi sebagai permukaan belakang ponsel, lengkap dengan kamera dan lampu kilat. Bila dibuka, mirip ponsel ber-keyboard biasa. Susunan keyboard agak berbeda dan terbuat dari karet membal.


Motorola VE538 - Review

Desain Motorola VE538


Tak ada yang spesial dari dsesainnya, Motorola VE538 mengusung desain batangan (bar) dengan balutan warna hitam dan kombinasi list berwarna merah di samping bodinya. Dengan dimensi 107 x 46 x 16 mm membuatnya nyaman dibawa kemana-mana. Bobotnya adalah 83 gram, sudah termasuk dengan baterai. Ukuran layar menyesuaikan dengan bodinya yang tidak terlalu besar, yakni 2 inchi. Teknologi yang digunakan adalah TFT dengan kedalaman TFT 256 ribu warna. Tampilan menu-menu yang terpampang di layar terlihat jernih. Tombol pada keypad disusun secara rapat dan ukurannya besar-besar. Memudahkan jari saat melakukan pesan singkat. Tersedia tombol navigasi empat arah dan tombol OK berwarna orange.


Motorola Aura - Review

Desain Motorola Aura


Ponsel ini hadir dengan desain swivel, mirip Motorola V70 yang hadir pada tahun 2000-an. Bedanya, Aura menggunakan bahan material kelas wahid seperti stainless steel berlapis tungsten carbide yang biasa dipakai melapis suku cadang di mobil formula satu. Selain itu, ada layar berbahan sapphire crystal 62 karat yang dikenal sebagai material anti gores nomor satu di dunia. Sentuhan mewah lainnya adalah pemasangan 130 bola bearing untuk membuka keypad menjadi mudah, senyaman membuka pintu di mobil mewah. Motorola mengklaim saat pengujian pemutaran ke 100 ribu kali, keadaannya masih sama persis ketika Aura diputar pertama kali. Layar Aura menggunakan bentuk bulat dengan diameter 3,94 mm. Bila diraba terasa layar cembung di tengah-tengah. Penggunaan bahan sapphire crystal membuat tampilan layar 16 juta warna dengan resolusi 480 pixels (diameter) ini terlihat oke. Bahkan, bila kita menggunakannya di luar ruangan, ketajaman layar masih terjaga. Layar bulat juga memberi efek unik saat kita menikmati foto hasil bidikan, karena foto bisa tampil dalam bulatan utuh.


Motorola Moto Q CDMA - Review

Desain Motorola Moto Q CDMA


Smartphone yang berjalan di jaringan CDMA ini menganut desain Qwerty Bar. Bodinya yang langsing membuatnya nyaman ketika hanya sekedar digenggam maupun saat dioperasikan. Teknologi layar handphone ini memang bukan yang tercanggih, yakni TFT 65 ribu warna, tapi mampu menampilkan susunan menu dengan kualitas baik. Bentuk tombol pada jajaran keypadnya sangat unik. Bentuknya ouval dan diberi jarak sedikit antar tombol. Konsep keypad seperti ini meminimalisir terjadinya salah tekan tombol.


Motorola Motozine ZN5 - Review

Desain Motorola Motozine ZN5


Dilihat dari belakang, bodinya mirip kamera digital saku. Sebab, pada bagian belakang terdapat penutup lensa kamera, yang bila digeser akan masuk ke menu kamera. Dari depan barulah tampak bahwa perangkat ini sebuah handphone, lengkap dengan layar dan jajaran tombol pada keypad yang menyatu dengan bodinya. Konsep tombol yang diadopsinya adalah touch sensitive keypad. Saat ditekan jari keypad yang menyatu pada bodi itu cukup sensitif. Kita bisa mengatur keypad agar bergetar ketika ditekan. Untuk layarnya, menggunakan teknologi TFT 262 ribu warna, berukuran 2,4 inch. Layar bisa diputar-putar pada posisi landscape maupun potrait.