Tampilkan postingan dengan label Huawei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Huawei. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2011

Huawei Vision U8850 - Review

Desain Huawei Vision U8850


Huawei kembali melempar produk Android ke pasaran dengan Vision. Layaknya smartphone berbasis Android lainnya, Huawei Vision mengadopsi full touchscreen sebagai sistem navigasi juga display utamanya. Berukuran 3,7 inchi, tingkat kedalaman layar capacitive yang diusungnya hanya 262 ribu warna. Jelas lebih rendah dibanding, katakanlah, Ideos X3. Akibatnya warna yang ditampilkan sedikit kurang tajam.


Jumat, 23 September 2011

Huawei Ideos C8150 - Review

Desain Huawei Ideos C8150


Huawei kali ini menghadirkan smartphone berbasis Android bagi CDMA dengan kualitas yang mumpuni. C8150 Ideos berukuran 54x113x14 mm dan berat 105 gram. Ukuran layar sentuh capacitive handphone ini cukup nyaman bagi jari maupun mata. Bagian depan didominasi oleh layar, namun C8150 menyediakan tempat bagi sebuah tombol navigasi bulat diantara tombol panggil dan tolak panggilan. Dibagian kirinya terdapat tombol pengatur volume. Slot untuk charger sekaligus kabel data microUSB ada dibagian bawah, sedangkan port audio jack 3,5 mm ada diatasnya.  Layarnya menampilkan TFT LCD 262 ribu warna dengan resolusi 240 x 320 pixels. Handphone ini memiliki sensor gravity, sehingga tampilan layar bisa di setting otomatis agar bisa aktif di moda vertikal dan horisontal.


Huawei U8800 Ideos X5 - Review

Desain Huawei U8800 Ideos X5


Huawei Ideos X5 hadir dengan layar capacitive 3,8 inchi, ukuran yang terhitung cukup luas untuk sebuah smartphone Android. Namun dengan layar luas bukan berarti smartphone ini memiliki ukuran besar, justru sebaliknya Ideos X5 yang berukuran 120 x 62 x 11,6 mm sangat pas saat ada dalam genggaman. Handphone ini memiliki bobot 130 gram, tidak terlalu berat maupun terlalu ringan untuk kenyamanan pengguna. Secara bentuk, Ideos X5 sedikit mendekati produk Samsung Google Nexus S, namun Ideos X5 sedikit lebih panjang daripada Nexus S. Satu lagi perbedaan utamanya, smartphone ini memiliki bingkai alumunium yang mengelilingi sisinya. Sedang bagian belakang terbuat dari bahan karet Matte lembut, selain itu fungsi karet ini untuk memantapkan genggaman pengguna. Untuk memudahkan penggunaan, Huawei tidak lupa menambahkan empat tombol soft key dibawah layar.


Huawei Ideos S7 Slim - Review

Desain Huawei Ideos S7 Slim


Ideos X7 Slim adalah perangkat tablet Android buatan Huawei. Sesuai dengan namanya, Ideos S7 Slim tergolong sangat ramping, dengan tebal hanya 12 mm dan bobotnya 400 gram, terhitung super ringan untuk sebuah tablet. Bandingkan ini dengan Pad Optimus yang beratnya sekitar 600 gram. Ideos S7 Slim terlihat sangat mirip dengan tablet-tablet lain yang berukuran mini seperti Dell Streak dan Samsung Galaxy Tab. Tablet Huawei juga terlihat cukup bagus secara desain, dengan dominasi layar capacitive 7 inchi dibagian depan. Selain layar, pada bagian depan hanya ada tiga tombol sensitivitie dibagian bawah layar apabila dalam posisi portrait. Ketiga tombol ini adalah return, menu dan tombol home. Sayangnya, Tablet Ideos S7 Slim hadir dengan body glossy, jadi ada kemungkinan besar sidik jari anda menempel di badannya.


Huawei U8510 Ideos X3 - Review

Desain Huawei U8510 Ideos X3


Ideos X3 tampil dengan bentuk yang mungil dan ramping. Namun jangan salah, Ideos X3 dibekali layar sentuh berukuran cukup lapang yaitu 3,2 inchi. Layar capacitive TFT 16 juta warna beresolusi 320x480 pixels, membuat tampilan layar sentuh handphone ini terlihat cukup tajam. Di bawah layar berjajar 3 tombol touchpad Search, Back, dan Option. Di bawah ketiga tombol touchpad tadi ada sebuah tombol home yang terbuat dari logam. Ideos X3 ini mengadopsi port Micro USB sebagai jalur untuk kabel data dan charger. Saat terkoneksi ke komputer via kabel data, handphone ini bisa menjalankan fungsi lain sebagai mass storage. Port Mini USB ini terletak di bodi bagian bawah. Sedangkan di bodi atas disematkan lubang headset jenis Jack 3,5 mm bersebelahan dengan tombol power. Pengatur volume suara disematkan di bagian kanan X3


Huawei AHA-Pad - Review

Desain Huawei AHA-Pad


AHA-Pad tergolong tablet yang sangat ramping, dengan tebal hanya 12 mm dan bobotnya 460 gram, terhitung super ringan untuk sebuah tablet. Ia melenggok dengan ukuran layar 7 inchi, yang semakin banyak hadir di pasar tablet PC. Bentuk dan ukuran terlihat sangat mirip dengan tablet-tablet lain yang berukuran 7 inchi seperti Samsung Galaxy Tab. Dengan dominasi layar sentuh capacitive dibagian depan. Selain layar, pada bagian depan hanya ada tiga tombol sensitivitie dibagian bawah layar apabila dalam posisi portrait. Ketiga tombol ini adalah return, menu dan tombol home. Tablet sudah dilengkapi port hotswap untuk microSD dan port HDMI.


Huawei G6620 - Review

Desain Huawei G6620


Kesan funky terlihat dari tampilan warna jingga di body belakang yang dipadukan warna putih disisi depan, Termasuk jingga metalik di tombol navigasi, call dan end call. Sisi depan di dibalut plastik glossy, sebaliknya body belakang berlapiskan plastik yang kesat dan tak licin. Ponsel ini cukup ringan dan minimalis dalam gengggaman. Strukturnya pun minimalis, karena disekelilingnya tak ada port/slot apapun kecuali disisi atas terdapat port Micro USB dan lubang audio jack 3,5 mm. Layar berukuran 2,4 inchi dengan teknologi TFT 65 ribu warna resolusi 320 x 240 pixels. Dilihat dari kekuatannya memang tak seberapa, tapi ternyata tampilan layar dapat menghasilkan visual yang tajam. Tampilan ikon-ikon menu tak terlihat kacangan. Uniknya ikon-ikon menu dapat disembunyikan atau dimunculkan. Pada tampilan awal layar bagian bawah terdapat 7 deret ikon menu (shortcut) yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan, ibarat home screen menu di ponsel Nokia.


Huawei C6000 (Esia Mini Qwerty) - Review

Desain Huawei C6000 (Esia Mini Qwerty)


Huawei memperkenalkan handphone qwerty dengan ukuran kecil dengan produk C6000-nya, atau lebih dikenal dengan promo bundling “hape esia qwerty mini”. Handphone berdimensi 101x56x12.7mm ini sesuai namanya memang tampil sangat mini, ukurannya berpengaruh pada keypad-nya yang sangat kecil hingga mengurangi kenyamanan dalam mengetik. Untungnya ukuran layar masih nyaman di mata, baik secara ukuran maupun tingkat resolusi. Dari desainnya, Huawei C6000 sangat cocok bagi segmen anak muda, karena dirancang trendi dan memenuhi selera pergaulan remaja. Ada dua macam pilihan warna cover, yaitu kombinasi putih dengan lis hijau, atau hitam dengan warna bodi merah.


Huawei S7 - Review

Desain Huawei S7


Tak seperti iPad, postur Huawei S7 lebih kecil dengan bentuk terlihat lebih horizontal. Sisi depan mayoritas dikuasai oleh layar sentuh luas. Dan hanya dihiasi tombol Home, Option dan Back di sisi kiri, serta tombol trackpad, call, end call di kanan layar. Meski rata dengan bodi, tombol-tombol tersebut bukan touchpad, melainkan tombol biasa yang harus ditekan. Di sisi bawah layar terdapat 5 kategori homescreen (Home, Web, Entertainment, Communications, Favorite). Masing-masing homescreen tersebut ternyata disediakan 2 homscreen, jadi total ada 10 homescreen yang dimiliki Huawei S7. Tiap-tiap homescreen bisa dimasukkan shortcut, widget, emoticon widget dan folder. Untuk berganti homescreen cukup usap layar ke kanan atau kiri.
Ada beberapa port dan slot yang menghiasi tubuh Huawei S7. Di bodi atas pojok kiri, terdapat lubang jack 3,5 mm untuk menancapkan headset. Di samping kanan disematkan port MicroUSB (jalan masuk charger), dan lubang kecil sebagai jalan masuk charger. Dan di bagian bawah Huawei S7 dihiasi slot MicroSD (memori eksternal) dan port pipih untuk Dock dan seperti juga sebagai jalur TV out yang mendukung HDMI (High-Definition Multimedia Interface). Untuk slot simcard diletakkan di balik casing belakang. Yang menarik dari desain S7 adalah hadirnya standing frame. Desain tambahan ini memungkinkan pengguna dapat menaruh tablet ini di permukaan seperti meja.


Huawei U8100 Aviator - Review

Desain Huawei U8100 Aviator


Dilihat dari desainnya, Huawei Aviator bertubuh tak simetris, sisi atas agak membulat, tapi bagian bawahnya seperti dipangkas. Kecuali area layar yang berlapis plastik glossy, bodi lain ponsel ini berbahan plastik kesat. Di bawah layar terpampang tombol Home, Menu dan Back yang berjenis Touchpad. Sementara itu di bodi kanan, disematkan tombol : volume dan kamera. Di sisi atas ada port microUSB (untuk kabel data dan charger) dan tombol Power. Layar sentuh di ponsel ini berjenis resistif. Saat disentuh untuk menjelajah menu sedikit kurang responsif. Layar dibekali 15 Homescreen yang disusun dalam posisi 3 x 5. Jadi untuk mengganti Homescreen bisa mengusap layar ke kanan-kiri atau atas-bawah.


Huawei G6600 - Review

Desain Huawei G6600


Desain dan material yang menyelimuti bodinya hampir mirip dengan Nokia E71, yakni Qwerty bar. Perbedaannya dilihat pada tombol navigasi di bagian tengah. Tombol pada Huawei G6600 berbentuk bulat dengan kesan glossy. Konsep tombol bulat itu juga yang digunakan pada tombol panggilan dan mengakhiri panggilan di kanan dan kirinya. Handphone dengan sistem operasi Android ini menggunakan layar berteknologi TFT 65 ribu warna, berukuran 2,4 inchi. Teknologi layarnya memang tak secanggih handphone-handphone kelas atas, namun dapat menampilkan gambar yang tajam dari setiap menu. Keypad Qwerty layaknya ponsel sejenis, dengan susunan tombol numerik di bagian tengah. Tombol terasa nyaman saat digunakan untuk mengetik pesan.